oleh

Hari Kesembilan, 22 Alut Sisir Selat Sunda

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Operasi pencarian delapan korban speed boat Arupadhatu yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, memasuki hari kesembilan, Rabu (16/9). Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran dengan mengerahkan 22 alat utama sistem pertolongan (alut) air yang dibagi ke dalam delapan sektor laut.

Delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri atas kapten kapal Warta, ABK Surakman, guide Heriyanto, serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoerunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firdaus Wajidi (Anadolu), dan Donal Husni (jurnalis freelance).

Total wilayah pencarian mencapai sekitar 3.439 mil laut persegi. Penyisiran dilakukan secara terpadu oleh unsur Basarnas, TNI, Polri, serta potensi SAR lainnya.

Sektor A seluas 511 mil laut persegi disisir KRI Dewa Kembar dan KP Sanjaya. Sektor B seluas 539 mil laut persegi melibatkan KN SAR Basudewa, sedangkan sektor C seluas 585 mil laut persegi dilakukan KRI Leuser.

Selanjutnya, sektor D dengan luas 319 mil laut persegi melibatkan KN SAR Antasena dan KRI Lepu. Sektor E seluas 271 mil laut persegi disisir RIB 02 Lampung dan KAL Pahowang. Sektor F seluas 265 mil laut persegi melibatkan sejumlah kapal KP Polairud.

Untuk sektor G seluas 282 mil laut persegi, pencarian dilakukan KAL Anyer, RBB Pulau Peucang, dan RIB 02 Banten. Sementara sektor H menjadi wilayah pencarian terluas, yakni 667 mil laut persegi, dengan melibatkan KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Teluk Gilimanuk, dan KN Damaru.

Selain mengerahkan puluhan alut di laut, Tim SAR Gabungan juga menyiapkan dua unit drone thermal Basarnas untuk mendukung pemantauan dari udara.

Teknologi tersebut digunakan untuk membantu mendeteksi kemungkinan keberadaan korban, bagian kapal, maupun benda lain yang diduga berkaitan dengan insiden hilangnya speed boat Arupadhatu.

Pencarian juga diperluas dengan melakukan pemapelan kepada Kantor SAR Bengkulu untuk membantu pemantauan wilayah pesisir Pulau Enggano dan Perairan Bengkulu.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban atau benda dari kapal terbawa arus hingga keluar dari wilayah pencarian utama.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan seluruh unsur SAR terus mengoptimalkan pencarian melalui pembagian sektor dan pengerahan berbagai sarana.

“Pada hari kesembilan ini, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dengan mengerahkan 22 alut air yang dibagi ke dalam delapan sektor laut. Pencarian juga didukung oleh dua unit drone thermal Basarnas serta pemantauan di wilayah pesisir Pulau Enggano dan Perairan Bengkulu melalui pemapelan kepada Kantor SAR Bengkulu,” ujar Al Amrad.

Ia menegaskan, setiap informasi yang berpotensi mengarah pada keberadaan delapan korban akan ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.

Kondisi cuaca juga menjadi perhatian dalam operasi. Pada hari kesembilan, cuaca diperkirakan cerah berawan, dengan angin dari arah tenggara berkecepatan 10–20 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 3,5 meter.

“Kami akan terus menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi berkaitan dengan keberadaan delapan korban. Seluruh unsur diminta melaksanakan pencarian secara maksimal, tetap waspada terhadap kondisi angin dan gelombang, serta mengutamakan keselamatan selama operasi berlangsung,” tegasnya.

Hingga memasuki hari kesembilan operasi, delapan orang di dalam speed boat Arupadhatu masih dalam pencarian. Tim SAR Gabungan terus menyisir wilayah laut secara terukur, sekaligus memperluas pemantauan ke wilayah yang berpotensi menjadi lokasi terbawanya korban atau bagian kapal oleh arus laut. (*)

Komentar