oleh

Polda Lampung Tingkatkan Kemampuan 1.398 Bhabinkamtibmas Jaga Desa

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Polda Lampung memperkuat kapasitas Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pelayanan kepolisian di tengah masyarakat. Sebanyak 1.398 personel Bhabinkamtibmas yang saat ini bertugas di jajaran Polda Lampung didorong semakin profesional dalam menyelesaikan persoalan warga, membangun kolaborasi, serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Pelatihan Kemampuan Bhabinkamtibmas Jajaran Polda Lampung Tahun Anggaran 2026 yang digelar Direktorat Binmas Polda Lampung selama empat hari, 14–17 September 2026, di Hotel Kyriad, Bandar Lampung.

Kegiatan dibuka jajaran Direktorat Binmas Polda Lampung dan diikuti personel Bhabinkamtibmas dari seluruh Polres/Polresta se-Polda Lampung. Pelatihan menghadirkan pemateri internal, akademisi, serta narasumber eksternal untuk meningkatkan kemampuan personel menghadapi tantangan tugas di lapangan.

Wadir Binmas Polda Lampung AKBP A. Rahman Napitupulu menegaskan, peningkatan kapasitas Bhabinkamtibmas menjadi kebutuhan penting karena persoalan masyarakat semakin kompleks.

“Pemenuhan Bhabinkamtibmas di jajaran Polda Lampung baru mencapai 1.398 personel dari total 2.656 desa/kelurahan. Artinya, belum semua desa ter-backup secara optimal,” tegas Rahman.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi sekaligus mendorong seluruh personel terus mengasah kemampuan dan memperluas wawasan agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif.

Rahman menekankan, Bhabinkamtibmas tidak boleh hanya menjadi petugas yang memetakan potensi gangguan keamanan atau kriminalitas. Mereka harus mampu menjadi pemecah masalah dan penghubung antara masyarakat dengan berbagai unsur pemerintahan maupun tokoh masyarakat.

Bhabinkamtibmas didorong membangun kolaborasi dengan kepala desa/lurah, Babinsa, Linmas, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda melalui berbagai wadah kelompok masyarakat.

Penyelesaian persoalan warga juga diarahkan melalui musyawarah desa dengan pendekatan restorative justice, sehingga Bhabinkamtibmas dapat sekaligus menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat.

“Bhabinkamtibmas harus mampu mencari solusi melalui sinergi dan kolaborasi dengan instansi terkait,” ujarnya.

Untuk menunjang tugas tersebut, peserta mendapatkan materi intensif yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dosen IBI Darmajaya Rionaldi Ali, S.Kom., M.T.I., memberikan materi mengenai pemanfaatan teknologi dalam tugas Bhabinkamtibmas. Sementara Dosen FISIP Universitas Lampung Dr. Wulan Suciska, S.I.Kom., membekali peserta dengan kemampuan komunikasi efektif.

Materi tersebut diharapkan memperkuat kemampuan personel dalam berinteraksi dengan masyarakat, memanfaatkan teknologi untuk mendukung pekerjaan, serta membangun komunikasi yang efektif dalam menangani berbagai persoalan sosial.

Di sisi lain, seluruh personel juga diingatkan menjaga integritas. Setiap pelanggaran, sekecil apa pun, dinilai dapat mencoreng nama baik institusi Polri.

Bhabinkamtibmas diminta bekerja dengan penuh keikhlasan, disiplin dan tanggung jawab sebagai representasi kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Pelatihan yang berlangsung hingga Kamis (17/9/2026) tersebut diharapkan melahirkan personel Bhabinkamtibmas yang semakin profesional, responsif dan solutif.

Dengan penguatan kemampuan tersebut, Polda Lampung menargetkan Bhabinkamtibmas mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, menyelesaikan persoalan masyarakat secara humanis, sekaligus menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih dekat dengan warga. (Ramona)

Komentar