Harianpilar.com,Bandarlampung- Kesehatan merupakan investasi terbesar bagi setiap pemimpin. Prinsip itulah yang dipegang Junaedi, Ketua SIKAMBARA Lampung, Ketua Pajero Indonesia One (PIO) Chapter Krakatau, sekaligus CEO Rumah Makan Minang Indah Group. Di tengah padatnya aktivitas organisasi dan bisnis, ia menyempatkan diri menjalani medical check up di Island Hospital, Penang, Malaysia, belum lama ini.
Hasil pemeriksaan yang diterimanya membawa kabar melegakan. Hampir seluruh indikator kesehatan dinyatakan dalam kondisi baik. Hanya terdapat sedikit catatan berupa tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kolesterol yang memerlukan pengobatan rutin.
“Alhamdulillah ya Allah, hasil pemeriksaan sudah keluar. Ada sedikit masalah di tensi darah tinggi dan kolesterol. Dokter memberikan obat untuk dikonsumsi selama lima bulan, satu kali sehari. Selebihnya alhamdulillah semuanya normal,” ungkap Junaedi penuh syukur.
Pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis nefrologi di Island Hospital. Selain memberikan terapi obat, tim medis juga menyarankan pola hidup sehat melalui pengaturan pola makan, olahraga teratur, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat.
Bagi Junaedi, hasil pemeriksaan tersebut menjadi pengingat bahwa kesibukan tidak boleh mengalahkan kepedulian terhadap kesehatan. Menurutnya, seorang pemimpin harus menjaga kondisi fisik agar tetap mampu menjalankan amanah bagi keluarga, organisasi, maupun masyarakat.
Sebagai Ketua SIKAMBARA Lampung, Junaedi aktif menggerakkan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Di bawah kepemimpinannya, organisasi terus memperkuat kebersamaan warga Minang di Lampung. Sementara sebagai Ketua Pajero Indonesia One Chapter Krakatau, ia dikenal aktif membangun solidaritas komunitas melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, dan wisata.
Di dunia usaha, Junaedi juga terus mengembangkan Rumah Makan Minang Indah Group yang telah menjadi salah satu ikon kuliner Minang di Lampung.
Baginya, kesehatan bukan sekadar urusan pribadi, melainkan modal utama untuk terus mengabdi.
“Kesehatan adalah nikmat yang harus disyukuri. Selagi Allah masih memberikan kesehatan, kita harus terus berbuat baik, bekerja, dan bermanfaat bagi sesama,” tutup Junaedi. (Ramona)










Komentar