oleh

BPBD Lampung Siaga Hadapi El Nino Godzilla

Harianpilar.com,Bandarlampung- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ancaman kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino berintensitas tinggi atau yang kerap disebut El Nino “Godzilla”. Fokus utama diarahkan pada penyediaan air bersih, penguatan mitigasi bencana, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan kekeringan.

Melalui alokasi kegiatan penyediaan bantuan sarana dan prasarana, BPBD memastikan distribusi air bersih dapat segera dilakukan ke wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami krisis air selama musim kemarau tahun ini.

Bagian Humas BPBD Provinsi Lampung Wahyu Hidayat mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah untuk meminimalkan dampak kekeringan berkepanjangan terhadap masyarakat.

“Langkah antisipasi ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan yang diperkirakan terjadi selama musim kemarau tahun ini,” ujar Wahyu dalam siaran persnya, Selasa (14/7).

Menurutnya, distribusi bantuan akan dibagi ke sejumlah wilayah yang diperkirakan mengalami kesulitan memperoleh air bersih dengan melibatkan pihak penyedia, sehingga penyaluran dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.

Selain menyiapkan pasokan air bersih, BPBD juga memperkuat upaya mitigasi melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi dan komunitas kebencanaan dalam pelaksanaan Program Desa Tangguh Bencana (Destagana). Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam mengenali potensi ancaman bencana, memperkuat kesiapsiagaan, serta membangun kemandirian menghadapi kondisi darurat, termasuk ancaman kekeringan ekstrem.

“Melalui kolaborasi tersebut, kami berharap edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat pedesaan dapat berjalan lebih efektif. Masyarakat tidak hanya menerima bantuan air bersih saat terjadi krisis, tetapi juga memiliki kemampuan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pengelolaan sumber daya air secara mandiri,” jelas Wahyu.

BPBD menegaskan, seluruh program penanggulangan kekeringan difokuskan agar penyediaan sarana dan fasilitas air bersih dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang terdampak di berbagai wilayah Provinsi Lampung.

Di sisi lain, BPBD juga memberikan klarifikasi atas isu yang berkembang terkait dugaan penggunaan NPWP ganda oleh salah satu rekanan penyedia. Menurut pihak penyedia, tudingan tersebut tidak berdasar karena seluruh proses administrasi pengadaan pemerintah telah terintegrasi dengan sistem elektronik yang melakukan verifikasi otomatis terhadap data perpajakan.

Apabila ditemukan data yang tidak sesuai, sistem secara otomatis akan menolak proses administrasi maupun memblokir data yang tidak memenuhi persyaratan. Karena itu, pihak penyedia menilai tudingan tersebut harus didukung bukti yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyatakan siap memberikan klarifikasi kepada pihak berwenang apabila diperlukan.

BPBD Provinsi Lampung juga membantah adanya dugaan kejanggalan dalam proses penunjukan penyedia maupun pelibatan perguruan tinggi dan komunitas kebencanaan. Seluruh tahapan, mulai dari penunjukan mitra hingga pelaksanaan kegiatan, disebut telah mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan serta mekanisme pengadaan yang berlaku.

Dengan langkah antisipasi tersebut, BPBD berharap dampak kemarau ekstrem akibat El Nino dapat ditekan, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih dan memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana kekeringan. (*)

Komentar