Harianpilar.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung resmi menggerakkan peran ayah dalam pendidikan anak. Gubernur Lampung menerbitkan Surat Edaran Nomor 104 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mengatasi fenomena fatherless.
Surat edaran yang ditetapkan pada 30 Juni 2026 itu ditujukan kepada seluruh bupati, wali kota, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026.
Melalui kebijakan ini, seluruh pemerintah kabupaten/kota diminta memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan GEMAR dan GAMAS, termasuk memberikan fleksibilitas waktu maupun dispensasi jam kerja bagi pegawai laki-laki yang memiliki anak usia sekolah agar dapat mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah maupun mengambil rapor.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa keterlibatan ayah dalam pendidikan bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
“Kehadiran ayah dalam momen-momen penting pendidikan anak akan memperkuat ikatan emosional keluarga, meningkatkan rasa percaya diri anak, sekaligus menjadi fondasi pembentukan karakter generasi masa depan,” tegas Gubernur dalam substansi surat edarannya, dikutip Senin (13/7).
Selain mengatur fleksibilitas bagi aparatur pemerintah, surat edaran itu juga meminta bupati dan wali kota mengeluarkan kebijakan maupun imbauan kepada masyarakat agar para ayah terlibat aktif dalam kegiatan sekolah anak. Seluruh satuan pendidikan juga didorong menyampaikan informasi kepada orang tua mengenai pelaksanaan GEMAR dan GAMAS.
Program ini akan diterapkan mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar hingga sekolah menengah dengan menyesuaikan kalender akademik masing-masing sekolah.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap gerakan tersebut mampu membangun budaya pengasuhan yang lebih seimbang antara ayah dan ibu sehingga ketahanan keluarga semakin kuat, kualitas pendidikan meningkat, serta lahir generasi Lampung yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (Ramona)










Komentar