Harianpilar.com, Bandar Lampung – Bank Lampung menutup Semester I 2026 dengan kinerja positif. Laba bersih mencapai Rp133,623 miliar, meningkat 22,85 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan kredit, dana pihak ketiga (DPK), aset, serta pendapatan bunga bersih yang terus menguat.
Selain laba, total aset Bank Lampung tercatat sebesar Rp11,55 triliun atau tumbuh 6,38 persen secara tahunan (year on year). Penyaluran kredit meningkat menjadi Rp7,91 triliun atau naik 9,89 persen, sedangkan DPK mencapai Rp8,93 triliun, tumbuh 11,36 persen dibanding Juni 2025.
Kinerja tersebut dipaparkan dalam kegiatan Media Update Kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Lampung Semester I 2026 yang dihadiri puluhan pimpinan media dan wartawan di Hotel Azana, Bandar Lampung, Jumat (10/7).
Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, mengatakan capaian Semester I 2026 menunjukkan fundamental Bank Lampung tetap kuat di tengah dinamika ekonomi.
“Pertumbuhan aset, kredit, dana pihak ketiga, hingga laba merupakan hasil dari strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Kami akan terus memperkuat fungsi intermediasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Lampung sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat melalui transformasi digital,” ungkapnya.
Indra menjelaskan, kualitas aset juga tetap terjaga. Rasio Non Performing Loan (NPL) berada di level 2,86 persen, jauh di bawah ambang batas regulator sebesar 5 persen. Sementara Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 29,27 persen, mencerminkan permodalan yang sangat kuat untuk menopang ekspansi usaha.
Di sisi digital, Bank Lampung terus memperluas layanan. Pengguna Lampung Online Mobile Banking meningkat menjadi 186.128 pengguna, jumlah Agen Lampung Smart mencapai 3.107 agen, dan merchant QRIS bertambah menjadi 12.295 merchant.
Bank Lampung juga mencatat kemajuan implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI). Hingga Juni 2026, sebanyak 12 dari 16 pemerintah daerah di Lampung atau 75 persen telah berstatus live, sedangkan empat daerah lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
“Kami optimistis kinerja hingga akhir tahun akan terus bertumbuh. Fokus kami tidak hanya mengejar target laba, tetapi juga memperluas inklusi keuangan, memperkuat digitalisasi, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi di Provinsi Lampung,” ujar Indra.
Dengan capaian Semester I tersebut, Bank Lampung menargetkan laba hingga akhir 2026 sebesar Rp225,095 miliar, seiring penguatan bisnis, peningkatan efisiensi, serta ekspansi layanan perbankan digital di seluruh wilayah Lampung. (*)










Komentar