oleh

Endro Raih Doktor IPB

Harianpilar.com,Bandarlampung- Mantan Anggota DPR RI, Endro Suswantoro, resmi meraih gelar doktor dari Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor melalui disertasi yang menawarkan model baru tata kelola pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berbasis keadilan sosial dan pembangunan desa berkelanjutan.

Dalam disertasi bertajuk Kebijakan Pengelolaan Ekonomi Sumber Daya Alam untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Desa Berkelanjutan, Endro menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan energi nasional tidak semata-mata diukur dari besarnya listrik yang dihasilkan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat desa di kawasan hulu yang selama ini menjaga kelestarian daerah tangkapan air.

Menggunakan pendekatan mixed methods, penelitian tersebut memadukan analisis kebijakan, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), survei rumah tangga, pemetaan sosial-spasial, analisis hidrologi, hingga valuasi jasa lingkungan. Studi kasus di PLTA Batu Tegi menemukan masih adanya tumpang tindih kewenangan, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta belum tersedianya mekanisme hukum yang mengatur pembagian manfaat bagi masyarakat desa penyangga.

“Riset ini bertujuan menganalisis bagaimana tata kelola ekonomi PLTA dapat mengakomodasi prinsip keadilan spasial serta mendistribusikan manfaat secara adil bagi masyarakat lokal yang terdampak langsung. Desa-desa di kawasan hulu bukan sekadar wilayah penyangga, melainkan mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air yang menjadi penopang pembangkit listrik,” ujar Endro Suswantoro dalam siaran persnya, Rabu (8/7).

Ia menambahkan, hasil penelitiannya menawarkan formula kebijakan yang mengintegrasikan tata kelola kelembagaan, valuasi jasa lingkungan, dan pembangunan desa berkelanjutan sebagai dasar pengelolaan PLTA di Indonesia.

“Saya berharap disertasi ini tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi menjadi referensi kebijakan bagi pemerintah, BUMN, pemerintah daerah, dan pelaku industri dalam membangun sistem energi terbarukan yang lebih adil, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan PLTA,” kata Endro.

Di bawah bimbingan tim promotor, riset tersebut diharapkan menjadi rujukan strategis dalam penyusunan kebijakan energi terbarukan nasional yang tidak hanya berorientasi pada ketahanan energi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan menghadirkan keadilan ekonomi bagi masyarakat pedesaan. (Ramona)

Komentar