Harianpilar.com, Bandarlampung- Ada pemandangan berbeda pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Kostrad di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu. Di tengah ribuan peserta Kostrad Run 2026, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi tak sekadar hadir sebagai tamu kehormatan. Ia turun langsung menaklukkan kategori lari 10 kilometer bersama prajurit, masyarakat, dan peserta dari berbagai daerah.
Keikutsertaan orang nomor satu di Kodam XXI/Radin Inten itu menjadi simbol kedekatan TNI dengan masyarakat sekaligus menegaskan pentingnya budaya hidup sehat, sportivitas, dan kebersamaan.
“Kostrad Run 2026 menjadi momentum yang sangat baik untuk membangun pola hidup sehat, mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan sportivitas,” ujar Kristomei dalam siaran persnya, Senin (6/7).
Suasana semakin semarak ketika kegiatan tidak berhenti di garis finis. Kristomei kembali mencuri perhatian publik dengan memainkan drumband bersama Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara Mohamad Tonny Harjono, didampingi para kadet Universitas Pertahanan.
Penampilan para petinggi TNI memainkan alat musik di tengah kawasan Monas menjadi momen yang mengundang antusiasme ribuan peserta. Banyak pelari menghentikan langkah untuk mengabadikan suasana yang jarang terlihat, sementara tepuk tangan bergemuruh mengiringi irama drumband yang menutup rangkaian kegiatan.
Kostrad Run 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-65 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat mengusung tema “Kostrad Prima Mengabdi untuk Indonesia Maju”. Kegiatan dibuka oleh Mohammad Fadjar dan dihadiri sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Wakil Menteri Pertahanan, serta jajaran pimpinan TNI.
Ajang yang mempertandingkan nomor 5 kilometer dan 10 kilometer tersebut bukan sekadar kompetisi olahraga. Lebih dari itu, kegiatan menjadi panggung untuk memperlihatkan wajah humanis TNI, mempererat hubungan prajurit dengan masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa kepemimpinan juga dibangun melalui kebersamaan, keteladanan, dan semangat melayani rakyat. (Ramona)










Komentar