oleh

Tapir Disembelih, GMNI Minta Hukum Tegas Dan Tolak Stigma Suku

Harianpilar.com, Bandarlampung- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lampung mengecam keras penyembelihan seekor tapir (tapirus indicus) satwa yang dilindungi, di Kabupaten Mesuji. Organisasi mahasiswa tersebut mendukung langkah aparat kepolisian yang telah mengamankan sejumlah pelaku, sekaligus mengingatkan agar kasus ini tidak berkembang menjadi konflik sosial akibat narasi yang mengaitkan tindakan pelaku dengan identitas suku tertentu.

Ketua DPD GMNI Lampung, Muhammad Dandi, mengatakan, dugaan tindak pidana terhadap satwa dilindungi harus diproses secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, penegakan hukum merupakan bentuk komitmen negara dalam menjaga kelestarian satwa liar sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku.

“Kami mengutuk tindakan terhadap satwa yang dilindungi dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Namun, jangan sampai kesalahan yang dilakukan oleh oknum dijadikan alasan untuk menghakimi atau memberi stigma kepada suatu suku. Tanggung jawab pidana bersifat individual, sementara persatuan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Dandi, Sabtu (3/7).

GMNI Lampung juga menilai kemunculan tapir di kawasan permukiman menjadi sinyal bahwa habitat satwa liar semakin terdesak akibat tekanan lingkungan. Karena itu, penyelesaian persoalan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan konservasi, perlindungan habitat, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga satwa yang dilindungi.

Di sisi lain, organisasi tersebut menyayangkan maraknya narasi provokatif di media sosial yang menggeneralisasi tindakan oknum kepada kelompok atau suku tertentu. Menurut GMNI, generalisasi semacam itu berpotensi memicu konflik sosial dan merusak semangat persatuan bangsa.

“Tragedi ini mengingatkan kita bahwa menjaga kelestarian alam sama pentingnya dengan menjaga persaudaraan. Mari hentikan narasi provokatif di media sosial dan kedepankan edukasi, penegakan hukum, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam menyikapi persoalan ini,” lanjut Dandi.

DPD GMNI Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, menjaga kelestarian lingkungan, serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persatuan. Organisasi tersebut berharap kasus penyembelihan tapir di Mesuji menjadi pelajaran penting untuk memperkuat kesadaran akan perlindungan satwa liar sekaligus menjaga harmoni antarmasyarakat di Lampung. (Ramona)

Komentar