oleh

PWNA Lampung Gelar DANA 3 dan LINA 2

Harianpilar.com, Bandarlampung- Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Provinsi Lampung mempertegas komitmennya mencetak kader perempuan muda yang berintegritas, berdaya saing, dan siap menjadi motor penggerak dakwah Muhammadiyah. Melalui agenda perkaderan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) 3 yang dirangkaikan dengan Latihan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah (LINA) 2, organisasi perempuan muda Muhammadiyah itu menyiapkan generasi pemimpin yang adaptif menghadapi perubahan zaman.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3–4 Juli 2026, di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Lampung tersebut diikuti 41 kader terbaik dari berbagai daerah di Lampung. Mereka terdiri atas 21 peserta DANA 3 dan 20 peserta LINA 2 yang berasal dari 10 Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA).

Ketua PWNA Lampung Ani Lidyawati mengatakan, perkaderan tahun ini mengusung tema “Transformasi Perempuan Muda Menuju Nasyiatul Aisyiyah Lampung Berdaya” sebagai jawaban atas tantangan era digital dan perubahan sosial yang menuntut perempuan memiliki kapasitas kepemimpinan sekaligus ketangguhan moral.

“Di tengah berbagai tantangan organisasi yang silih berganti, kita harus tetap optimis, merapatkan barisan, dan terus bergerak maju. Perempuan muda harus menjadi agen perubahan yang mampu membawa manfaat bagi umat dan bangsa,” tegas Ani.

Menurutnya, proses kaderisasi bukan sekadar pelatihan rutin organisasi, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan kader yang memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, dan kemampuan memimpin.

Ani juga mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi kader perempuan, mulai dari kewajiban membagi waktu dengan keluarga, memperoleh izin suami, hingga tetap mengikuti pelatihan sambil mengasuh anak. Namun, kondisi tersebut justru menunjukkan tingginya dedikasi kader Nasyiatul Aisyiyah dalam menjalankan amanah organisasi.

Sebagai langkah memperkuat kaderisasi, PWNA Lampung mendorong sinergi dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) agar para karyawati berusia di bawah 40 tahun aktif bergabung dan berkhidmat di Nasyiatul Aisyiyah.

Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung Marzuki mengapresiasi semangat para peserta yang dinilainya sebagai calon pemimpin perempuan masa depan.

“Mereka adalah perempuan-perempuan hebat yang akan menjadi pilar kemajuan umat. Kampus siap menjadi bagian dari proses mencetak kader-kader unggul bagi Muhammadiyah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Lampung Pristi Wahyudiawati menjelaskan pentingnya memahami pola kaderisasi melalui kader formal, nonformal, dan kader ajakan sebagai strategi memperkuat gerakan persyarikatan.

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung Ma’ruf Abidin itu diharapkan melahirkan instruktur dan pemimpin muda yang mampu menggerakkan organisasi hingga tingkat daerah dan ranting. Dengan kader yang semakin berkualitas, PWNA Lampung optimistis mampu memperkuat peran perempuan dalam pembangunan masyarakat sekaligus mewujudkan Nasyiatul Aisyiyah Lampung yang semakin berdaya dan berkemajuan. (Ramona)

Komentar