Harianpilar.com, Bandarlampung- Geliat penjualan kendaraan baru sepanjang semester pertama 2026 menjadi kabar menggembirakan bagi perekonomian Lampung. Lonjakan penjualan sepeda motor dan mobil tidak hanya mencerminkan meningkatnya daya beli masyarakat, tetapi juga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung mencatat, penjualan kendaraan roda dua JanuariāJuni 2026 mencapai 74.170 unit, meningkat 19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 62.239 unit. Dampaknya, penerimaan PKB naik dari Rp9,30 miliar menjadi Rp11,12 miliar, sedangkan BBNKB meningkat dari Rp85,09 miliar menjadi Rp101,26 miliar.
Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada kendaraan roda empat. Penjualan mobil baru melonjak 43 persen, dari 5.558 unit menjadi 7.939 unit. Penerimaan PKB ikut meningkat dari Rp12,84 miliar menjadi Rp17,17 miliar, sementara BBNKB naik dari Rp91,69 miliar menjadi Rp122,22 miliar.
Peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan menjadi indikator membaiknya daya beli sekaligus meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk melakukan investasi pada aset produktif.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan tren positif itu menjadi sinyal bahwa roda perekonomian daerah semakin bergairah.
“Peningkatan penjualan kendaraan baru menunjukkan aktivitas ekonomi yang terus bergerak. Ini menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat membaik dan berdampak langsung terhadap meningkatnya penerimaan daerah. Pendapatan ini akan kami kembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Mirza, Sabtu (4/7).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung akan terus menjaga iklim investasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempermudah sistem pembayaran pajak agar kepatuhan masyarakat semakin tinggi.
Kenaikan penerimaan PKB dan BBNKB juga memperkuat kapasitas fiskal daerah. Semakin besar PAD yang dihimpun, semakin luas ruang pemerintah membiayai pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada transfer pemerintah pusat.
Semester pertama 2026 pun menjadi penanda optimisme baru bagi perekonomian Lampung. Di tengah dinamika ekonomi nasional, sektor otomotif tampil sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus sumber penguatan PAD yang akan kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui percepatan pembangunan di berbagai sektor. (*)










Komentar