oleh

Reformasi Banyak PR

Harianpilar.com, Bandarlampung – Keluarga Besar Eksponen 98 Provinsi Lampung menegaskan semangat reformasi belum selesai. Setelah hampir tiga dekade sejak gerakan 1998, berbagai persoalan mendasar di Lampung dinilai masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diperjuangkan melalui jalur kebijakan nasional.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi politik Keluarga Besar Eksponen 98 Provinsi Lampung di Mor Living Hotel Praba, Bandar Lampung, Rabu (1/7), yang membahas berbagai persoalan strategis daerah sebagai bagian dari penyusunan rekomendasi kepada pemerintah pusat.

Salah satu tokoh Keluarga Besar Eksponen 98 Provinsi Lampung, Purnama Hidayah yang akrab disapa Ipung, mengatakan para pelaku Reformasi 1998 memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal cita-cita reformasi agar benar-benar dirasakan masyarakat.

“Bang Herman menganggap kami adalah pelaku sejarah pada saat 1998. Namun, sampai hari ini perjuangan itu masih meninggalkan banyak pekerjaan rumah. Apa yang dipaparkan mengenai kondisi Lampung adalah fakta yang nyata dan harus menjadi perhatian bersama,” ujar Ipung.

Menurutnya, berbagai persoalan daerah yang muncul dalam forum diskusi bukan sekadar bahan evaluasi, tetapi harus menjadi masukan bagi pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

“Kondisi daerah harus terus kita sampaikan kepada para pemangku kebijakan nasional. Apa yang terjadi di Lampung harus menjadi bagian dari situasi nasional yang dipikirkan melalui kebijakan, regulasi, maupun langkah-langkah konkret pemerintah,” tegasnya.

Ipung menilai cita-cita reformasi yang diperjuangkan pada 1998 masih relevan hingga saat ini. Karena itu, seluruh elemen bangsa, termasuk para eksponen reformasi yang kini mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, diharapkan dapat menjadi jembatan penyampaian aspirasi daerah kepada pemerintah pusat.

“Kami berharap kawan-kawan yang saat ini berkomitmen mendukung Prabowo-Gibran dapat membawa berbagai persoalan daerah sebagai bagian dari perjuangan mewujudkan kedaulatan rakyat sesuai cita-cita Reformasi 1998,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari kemampuan pemerintah menjawab persoalan riil di daerah. Oleh sebab itu, Keluarga Besar Eksponen 98 Provinsi Lampung berkomitmen terus mengawal berbagai isu strategis daerah agar menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan nasional.

Diskusi tersebut juga menjadi bagian dari konsolidasi pemikiran Eksponen 98 Lampung untuk merumuskan rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai kontribusi terhadap pembangunan daerah dan penguatan agenda reformasi yang berkelanjutan. (*)

Komentar