oleh

Pemprov Percepat Lampung Bebas Malaria

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat langkah menuju eliminasi malaria dengan menjadikan Kabupaten Pesawaran sebagai fokus utama penanganan.

Daerah tersebut kini menjadi satu-satunya kabupaten di Lampung yang belum meraih status eliminasi malaria.

Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Akselerasi Eliminasi Malaria Provinsi Lampung Tahun 2026 yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara virtual dari Kantor Gubernur Lampung, Rabu (1/7).

Jihan mengatakan, dari 15 kabupaten/kota di Lampung, sebanyak 14 daerah telah dinyatakan berhasil mengeliminasi malaria. Kini, seluruh upaya difokuskan untuk membantu Kabupaten Pesawaran memenuhi indikator yang masih menjadi kendala.

“Kita tidak sedang mencari siapa yang salah, tetapi mencari solusi bersama. Saya berharap seluruh lintas sektor dapat mengurai berbagai kendala di Kabupaten Pesawaran sehingga target eliminasi malaria dapat segera tercapai,” ujar Jihan.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga koordinasi lintas sektor, mulai dari perencanaan, pembiayaan, pengendalian lingkungan, hingga edukasi masyarakat. Karena itu, Pemprov melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah agar penanganan dilakukan secara terpadu.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan kasus malaria di Lampung sepanjang Januari–Juni 2026 masih berfluktuasi. Meski angka Annual Parasite Incidence (API) di Pesawaran sudah berada di bawah target, daerah tersebut masih mencatat angka Slide Positive Rate (SPR) di atas batas maksimal serta masih ditemukan penularan malaria lokal (indigenous), sehingga belum memenuhi syarat eliminasi.

“Kalau Pesawaran berhasil mencapai eliminasi malaria, maka Provinsi Lampung juga akan tuntas. Kita tidak perlu menunggu target nasional tahun 2030, tetapi berupaya menyelesaikannya secepat mungkin melalui langkah-langkah konkret,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Lampung akan menyiapkan Surat Edaran Gubernur tentang percepatan eliminasi malaria, sementara Pemerintah Kabupaten Pesawaran diminta segera membentuk tim percepatan melalui keputusan kepala daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, mengatakan pemerintah daerah telah menerapkan strategi percepatan eliminasi dengan membagi wilayah berdasarkan tingkat risiko penularan serta memperkuat peran dinas kesehatan, puskesmas, dan seluruh organisasi perangkat daerah.

Ia mengakui kasus malaria sempat meningkat dalam beberapa tahun terakhir, namun tren mulai menurun. Pemkab Pesawaran optimistis dengan dukungan pemerintah provinsi dan lintas sektor, target eliminasi malaria dapat segera tercapai sehingga Lampung menjadi provinsi bebas malaria sepenuhnya. (*)

Komentar