Harianpilar.com, Bandarlampung- Integritas menjadi fondasi utama dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pesan itu disampaikan Ketua Program Studi Manajemen Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Dr. Novita Sari, S.Sos., M.M., saat menjadi narasumber pada Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XVI Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Provinsi Lampung di Natar, Lampung Selatan, Jumat (26/6/2026).
Dalam materi bertajuk Core Values BerAKHLAK dan Employer Branding ASN, Dr. Novita menekankan bahwa aparatur sipil negara (ASN) masa depan harus memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi etika, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Integritas merupakan modal utama seorang ASN. Ketika integritas menjadi budaya kerja, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin meningkat. ASN harus menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, profesional, dan konsisten menjalankan nilai-nilai BerAKHLAK dalam setiap tugas. ASN yang berintegritas adalah investasi bagi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tegas Dr. Novita.
Menurutnya, keberhasilan reformasi birokrasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis aparatur, tetapi juga oleh komitmen menjalankan nilai-nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam setiap aspek pekerjaan.
Ia juga mengajak para peserta Latsar untuk menanamkan semangat “Bangga Melayani Bangsa”, karena setiap ASN merupakan representasi pemerintah yang akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
“Jadilah ASN yang tidak hanya bekerja karena kewajiban administratif, tetapi bekerja dengan hati. Berikan pelayanan terbaik, terus belajar menghadapi perubahan, jaga integritas, dan jadilah agen perubahan di unit kerja masing-masing. Ketika nilai BerAKHLAK diterapkan secara konsisten, birokrasi Indonesia akan semakin profesional dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Pemaparan materi berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam menghadapi tantangan pelayanan publik di era digital.
Salah seorang peserta Latsar, Hani, mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai peran strategis ASN sebagai pelayan masyarakat.
“Materi ini sangat membuka wawasan kami. Kami memahami bahwa menjadi ASN tidak cukup hanya menguasai pekerjaan, tetapi juga harus memiliki integritas, profesionalisme, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Nilai-nilai BerAKHLAK akan menjadi pedoman kami dalam menjalankan tugas nanti,” katanya.
Melalui Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XVI Tahun 2026, BPSDM Provinsi Lampung berharap seluruh peserta mampu menginternalisasikan Core Values BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehingga lahir ASN yang profesional, berintegritas, adaptif, serta mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, melayani, dan dipercaya masyarakat. (Ramona)










Komentar