oleh

RMD Bangkitkan Kejayaan Budaya Lampung

Harianpilar.com, Bandarlampung-Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) terus menunjukkan konsistensinya dalam mengembalikan kejayaan budaya Lampung melalui penguatan identitas daerah, revitalisasi desa adat, serta pengembangan destinasi wisata berbasis kebudayaan.

Pemerintah Provinsi Lampung bahkan menyiapkan program kebangkitan 15 desa budaya yang akan menjadi pusat pelestarian tradisi sekaligus destinasi wisata unggulan.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri resepsi pernikahan Ahmad Ridho dan Frety Septiani yang dirangkaikan dengan prosesi adat Timbang Marga, peresmian gelar adat tertinggi pewaris takhta kepemimpinan marga, di Desa Kesugihan, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Senin (8/6).

Menurut Mirza, prosesi adat yang berlangsung bukan sekadar rangkaian acara keluarga, melainkan simbol penting keberlanjutan budaya dan kepemimpinan adat Lampung yang harus dijaga di tengah derasnya arus modernisasi.

“Hari ini bukan hanya momentum penyatuan dua insan, tetapi juga peristiwa budaya yang sangat berharga melalui pelaksanaan prosesi Timbang Marga sebagai bagian dari keberlanjutan adat Lampung,” ujar Mirza.

Sebagai bentuk nyata pelestarian budaya, Pemprov Lampung telah menerapkan kebijakan penggunaan Bahasa Lampung setiap hari Kamis di lingkungan pemerintahan. Kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil positif karena semakin banyak masyarakat, termasuk kalangan pendatang, yang tertarik mempelajari bahasa daerah tersebut.

“Sekarang sudah ada kursus dan les privat Bahasa Lampung. Ini menunjukkan budaya Lampung semakin dihargai dan diminati banyak pihak,” katanya.

Selain memperkuat penggunaan bahasa daerah, Pemprov Lampung juga menyiapkan program besar pengembangan desa budaya yang akan menghadirkan kembali suasana kehidupan masyarakat Lampung tempo dulu. Desa-desa tersebut akan dikembangkan dengan mempertahankan nilai adat, pola kehidupan masyarakat, hingga lingkungan budaya yang autentik.

“Kami akan menghidupkan kembali 15 desa budaya agar mencerminkan kehidupan masyarakat Lampung seperti ratusan tahun lalu, baik dari perilaku masyarakatnya, kebudayaannya, maupun ekosistem yang mendukungnya,” tegas Mirza.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya dan sejarah. Pemerintah berharap keberadaan desa adat dan kampung budaya mampu menjadi daya tarik baru yang membedakan Lampung dari daerah lain di Indonesia.

Pengembangan desa budaya juga akan disertai upaya pelestarian cagar budaya dan penguatan peran masyarakat adat sebagai penjaga warisan leluhur.

Mirza menegaskan, kebudayaan bukan hanya identitas daerah, tetapi juga aset strategis yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita ingin setiap orang yang datang ke Lampung merasa bangga dengan Lampung, mengenal budayanya, menikmati kearifan lokalnya, dan merasakan kekayaan tradisi yang kita miliki,” ujarnya.

Prosesi adat di Desa Kesugihan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Lampung Selatan, tokoh adat, perangkat marga, serta masyarakat adat dari berbagai wilayah. Pelaksanaan Timbang Marga menjadi simbol kuat bahwa nilai-nilai adat Lampung tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (Ramona)

Komentar