Harianpilar.com, Metro – Keberadaan UMKM Street Bangjo di pertigaan Taman Merdeka Kota Metro mulai menunjukkan perannya sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif dan penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Metro. Hal tersebut ditandai dengan dibukanya Grand Opening 31 tenan (Stand Pameran) Komunitas UMKM Street Bangjo oleh Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana, Minggu (17/05/2026).
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana, menyampaikan bahwa keberadaan 31 tenan tersebut bukan hanya sekadar tempat berjualan, tetapi menjadi simbol tumbuhnya semangat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Metro.
“Ini adalah bukti bahwa UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi kerakyatan, dan memperkuat daya saing daerah,” ujarnya.
Rafieq yang didampingi Ketua GOW Kota Metro, juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Metro terus berkomitmen mendukung perkembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, digitalisasi pemasaran, hingga penguatan akses permodalan.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar UMKM Kota Metro mampu naik kelas, semakin kreatif dan inovatif, serta mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional hingga nasional.
Ia berharap UMKM Street Bangjo dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus ruang berkumpul yang nyaman, tertib, bersih, dan menjadi daya tarik baru Kota Metro.
“Jaga kualitas produk, pelayanan, kebersihan lingkungan, serta kekompakan antar pelaku usaha agar kawasan ini terus berkembang dan diminati masyarakat,” katanya.
Rafieq juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal dengan membeli dan menggunakan hasil karya UMKM Kota Metro sendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Ketenagakerjaan Kota Metro, Ace Yuliwati, mengatakan bahwa launching Street Food Komunitas UMKM Bangjo merupakan bagian dari dukungan terhadap visi Kota Metro sebagai kota cerdas berbasis jasa dan budaya yang religius.
Ace menilai pusat kuliner Street Food Bangjo bukan sekadar tempat transaksi jual beli biasa, tetapi langkah konkret dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis jasa.
“Di mana sektor kuliner, tradisional maupun modern merupakan salah satu pilar penggerak ekonomi kreatif berbasis jasa,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, keberadaan wadah terpusat seperti Street Food Bangjo tidak hanya memanjakan pecinta kuliner, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata dan menggerakkan roda ekonomi lokal dari hulu hingga hilir.
Sebagai Kepala Dinas UMKM dan Ketenagakerjaan Kota Metro, ia juga memastikan Pemerintah Kota Metro akan terus hadir memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha, mulai dari penguatan kelembagaan, fasilitas, legalitas usaha seperti NIB dan sertifikat halal, hingga membuka akses pasar yang lebih luas. (Rls)










Komentar