Harianpilar,com. Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung kian agresif mendorong penguatan sektor pariwisata menyusul lonjakan kunjungan wisatawan sepanjang 2025 yang diperkirakan menembus 27 juta orang.
Data Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Lampung pada Januari–November 2025 mencapai 24.702.664 orang, dan terus meningkat hingga akhir tahun.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Tony Ferdiansyah, mengatakan, bahwa capaian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat strategi pengembangan pariwisata secara menyeluruh.
“Potensi wisata di Lampung sangat besar. Ini harus didukung pengelolaan optimal, baik destinasi, SDM, maupun pemasaran,” ujarnya, Selasa (21/4).
Dari sisi destinasi, pemerintah menitikberatkan pada peningkatan manajemen pengelolaan, termasuk pemeliharaan sarana-prasarana serta kelestarian lingkungan. Aspek keselamatan pengunjung juga menjadi perhatian utama, terutama terkait akses infrastruktur menuju lokasi wisata.
“Keselamatan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas. Infrastruktur menuju destinasi harus terus ditingkatkan,” tegas Tony.
Di bidang sumber daya manusia, Pemprov mendorong peningkatan kapasitas pengelola wisata melalui pelatihan dan pendidikan berbasis manajemen pariwisata. Langkah ini dinilai penting agar potensi alam Lampung dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Sementara itu, strategi promosi kini difokuskan pada pendekatan digital melalui media sosial dengan melibatkan influencer dan brand ambassador untuk memperluas jangkauan pasar wisata.
Tak kalah penting, pengembangan desa wisata berbasis pengalaman (experience) juga menjadi prioritas. Wisatawan tidak hanya diajak menikmati keindahan alam, tetapi juga merasakan kehidupan desa, mulai dari budaya, kuliner hingga kriya lokal.
Saat ini, sebanyak 133 desa di Lampung telah terdaftar dalam program Jejaring Desa Wisata (Jadesta). Namun, pemerintah akan melakukan verifikasi lanjutan untuk menentukan desa prioritas pengembangan, termasuk menilai keaktifan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Pemprov juga tengah mendorong integrasi konsep “Desaku Maju”, desa wisata, dan desa budaya guna menciptakan destinasi yang lebih komprehensif dan berdaya saing tinggi.
“Jika potensi wisata, infrastruktur, dan budaya disatukan, Lampung akan memiliki desa wisata yang lengkap dan berkelas,” pungkasnya.
Selain itu, penguatan aspek keselamatan wisata tirta juga terus dilakukan, termasuk melalui peran Balawista di kawasan sungai, air terjun, dan laut, guna memastikan keamanan wisatawan tetap terjaga. (*)










Komentar