oleh

TNI Tegaskan Setia Konstitusi, Pangdam XXI/Radin Inten Pastikan Tak Ada Dwifungsi

Harianpilar, com. Bandarlampung- Pangdam XXI/Radin Inten, Kristomei Sianturi, menegaskan komitmen TNI untuk tetap berada di jalur konstitusi dan tidak akan kembali ke dwifungsi ABRI.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal bersama unsur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan insan pers di Aula Sudirman Makodam XXI/Radin Inten, Senin (13/4/2026).

Dalam suasana Syawal, Pangdam terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh hadirin. Ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai fondasi kebersamaan antara TNI, mahasiswa, dan media.

“Masih dalam momen Syawal, saya atas nama pribadi dan keluarga besar Kodam XXI/Radin Inten mengucapkan mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Pangdam menegaskan bahwa TNI tidak akan kembali pada praktik dwifungsi seperti masa lalu. Menurutnya, TNI tetap berpegang teguh pada konstitusi dan aturan yang berlaku.

“TNI tidak akan kembali ke dwifungsi ABRI. Kita bekerja berdasarkan undang-undang yang berlaku. TNI adalah pelaksana, bukan pembuat undang-undang. Kita setia kepada Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga mengapresiasi mahasiswa Lampung yang dinilai telah menyampaikan aspirasi secara konstitusional melalui DPRD, termasuk aksi yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Saya apresiasi mahasiswa Lampung yang menyampaikan aspirasi melalui jalur yang benar, melalui DPRD. Ini menunjukkan pemahaman yang baik terhadap aturan dan perundang-undangan di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Pangdam menyinggung arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

“Kita mendukung penuh visi Presiden bahwa perekonomian harus berasaskan kemasyarakatan,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, TNI melalui Kodam XXI/Radin Inten turut mengawal program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pangdam mengungkapkan bahwa target nasional mencapai 35 ribu koperasi, dengan Lampung saat ini menempati posisi strategis.

“Tahun ini targetnya 35 ribu KDMP. Lampung saat ini berada di posisi keempat progres nasional dan menjadi yang pertama di luar Pulau Jawa. Kami berharap masyarakat ikut mengawasi program ini,” jelasnya.

Di sektor infrastruktur, Pangdam juga memaparkan progres pembangunan jembatan Merah Putih yang menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan.

“Per Januari 2026, kita sudah menyelesaikan dua jembatan, yakni di Kelumbayan, Tanggamus dan Sukoharjo, Pringsewu. Tahun ini kita lanjutkan dua jembatan lagi, termasuk di Kali Pasir Way Bungur,” ungkapnya.

Selain itu, dalam mendukung ketahanan pangan dan mendekatkan TNI dengan masyarakat, Kodam XXI/Radin Inten tengah mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan bernama Centurion-21.

“Aplikasi ini membantu petani menganalisis masalah pertanian dan memberikan solusi. Sekaligus mendekatkan Babinsa dengan masyarakat serta membuka transparansi publik. Laporan masyarakat bisa langsung kami teruskan ke instansi terkait, baik itu ke kepolisian, dinas PU, maupun pihak lainnya,” paparnya.

Di akhir sambutan, Pangdam menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas, khususnya dalam proses rekrutmen prajurit TNI.

“Saya pastikan rekrutmen TNI di Kodam XXI/Radin Inten transparan. Semua punya peluang yang sama. Saya bukan dari keluarga berada, ayah saya sopir dan ibu saya guru. Kalau rekrutmen pakai uang, tidak mungkin saya bisa berdiri di sini. Ini akan terus saya benahi,” tegasnya.

Kegiatan Halal Bihalal ini menjadi momentum mempererat sinergi antara TNI, mahasiswa, dan media dalam menjaga stabilitas daerah serta mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan konstitusi dan kepentingan rakyat. (Ramona)

Komentar