Harianpilar, com. Bandarlampung- Tekanan harga di Provinsi Lampung pada Maret 2026 terpantau tetap terkendali. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tercatat sebesar 0,19 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan Februari yang mencapai 0,36 persen. Secara tahunan, inflasi Lampung berada di level 1,16 persen (year on year/yoy), jauh di bawah angka nasional sebesar 3,48 persen.
Kondisi ini menegaskan stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri. Kenaikan harga terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi, dengan komoditas penyumbang utama seperti daging ayam ras, bensin, telur ayam ras, dan beras.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung, Achmad P. Subarkah, menyatakan bahwa terkendalinya inflasi mencerminkan efektivitas sinergi pengendalian harga di daerah.
“Realisasi inflasi yang tetap rendah dan stabil ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat relatif terjaga, meskipun terdapat peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri. Ini tidak terlepas dari peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga keseimbangan pasokan dan distribusi,” ujarnya dalam siaran persnya, Jumat (3/4).
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami deflasi, seperti cabai merah, tomat, dan emas perhiasan, yang turut menahan laju inflasi secara keseluruhan.
Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan inflasi Lampung akan tetap berada dalam sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen (yoy) hingga akhir 2026. Namun demikian, sejumlah risiko tetap perlu diantisipasi, mulai dari potensi gangguan produksi pangan akibat cuaca, kenaikan harga energi global, hingga dampak lanjutan penyesuaian tarif transportasi.
Achmad menegaskan, penguatan strategi pengendalian inflasi melalui kerangka 4K—keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif—akan terus dioptimalkan.
“Ke depan, kami bersama TPID akan terus memperkuat operasi pasar, memperluas kerja sama antar daerah, serta memastikan distribusi pangan berjalan lancar agar tekanan inflasi tetap terkendali,” tambahnya.
Dengan tren inflasi yang terjaga, Lampung dinilai memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika global yang masih berfluktuasi. (Ramona)










Komentar