oleh

Aksi Akbar Mahasiswa Lampung Sorot Dugaan Korupsi DPRD Tanggamus

Harianpilar, com. Bandarlampung-  Aliansi Mahasiswa Lampung akan menggelar aksi akbar, Selasa (7/4) hari ini. Dengan titik kumpul di Perpustakaan Daerah Lampung mulai pukul 08.00 WIB. Aksi ini mengajak mahasiswa dan masyarakat luas untuk turun ke jalan menyuarakan tuntutan terhadap berbagai persoalan nasional dan daerah.

Sejumlah isu krusial menjadi sorotan dalam aksi tersebut, mulai dari penanganan kasus hukum yang dinilai belum transparan, dugaan korupsi di daerah, hingga konflik agraria yang tak kunjung selesai di Lampung.

Koordinator lapangan aksi, Kevin, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi penegakan hukum dan keadilan sosial.

“Aksi ini adalah bentuk kegelisahan kami sebagai mahasiswa. Kami menuntut keadilan ditegakkan tanpa tebang pilih, baik dalam kasus nasional maupun persoalan di daerah Lampung,” ujar Kevin, Senin (6/4).

Dalam tuntutan nasional, massa aksi mendesak agar kasus Andre Yunus dibawa ke peradilan umum serta dikenakan pasal terorisme dan percobaan pembunuhan. Selain itu, mereka juga menuntut agar aktor intelektual di balik kasus tersebut diungkap secara transparan.

Aliansi juga menyoroti dugaan tindakan represif aparat serta kriminalisasi terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum.

Sementara itu, pada tuntutan daerah, mahasiswa mendesak Kejaksaan Tinggi Lampung segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi perjalanan dinas DPRD Kabupaten Tanggamus serta mengusut seluruh pihak yang terlibat tanpa pandang jabatan.

Isu konflik agraria di sejumlah wilayah seperti Register 44, Anak Tuha, dan Sabah Balau juga menjadi perhatian serius dalam aksi ini. Mahasiswa menilai penyelesaian konflik lahan masih jauh dari kata tuntas dan membutuhkan langkah konkret dari pemerintah.

“Kami juga mendesak penyelesaian konflik agraria secara adil dan menyeluruh. Reforma agraria sejati harus benar-benar diwujudkan, bukan sekadar janji,” tegas Kevin.

Aliansi Mahasiswa Lampung memastikan aksi akan berlangsung damai dan tetap dalam koridor hukum. Massa aksi diimbau untuk menjaga ketertiban serta menghindari tindakan provokatif selama kegiatan berlangsung.

Aksi ini diperkirakan akan diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Lampung, sebagai bentuk konsolidasi gerakan dalam mengawal isu-isu publik. (*)