oleh

Jihan Dorong Pembiayaan Hijau

Harianpilar, com. Bandarlampung- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong penguatan kolaborasi pembiayaan hijau guna menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani hutan.

Hal itu disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam penandatanganan kerja sama Fasilitas Dana Bergulir (FDB) Multi Usaha Kehutanan yang digelar Direktorat Jenderal Perbendaharaan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup di Jakarta, baru-baru ini.

“Dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, lembaga pembiayaan, dan sektor swasta. Tantangan perubahan iklim tidak bisa dihadapi secara parsial,” tegas Jihan dalam siaran persnya.

Dalam forum strategis tersebut, Jihan menyoroti posisi Lampung sebagai salah satu sentra utama kakao dunia dan kopi nasional. Penguatan rantai pasok dinilai menjadi kunci menjaga produktivitas dan kualitas komoditas unggulan tersebut.

“Kami berharap ekosistem rantai pasok kakao dan kopi semakin kuat sehingga Lampung tetap berperan besar,” ujarnya.

Kolaborasi global turut diperkuat melalui kerja sama BPDLH dengan sejumlah mitra seperti Mars Indonesia, Barry Callebaut, dan Olam Food Ingredients. Sinergi ini membuka akses pembiayaan lebih luas sekaligus mendorong praktik usaha berkelanjutan.

Pemprov Lampung juga menandatangani kerja sama dengan PT Olam Food Indonesia untuk peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan budidaya kakao berbasis agroforestry.

Langkah ini diarahkan pada pemulihan lingkungan, penguatan inovasi, serta peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Jihan mengapresiasi dukungan mitra dalam mendorong praktik bisnis bebas deforestasi dan berkeadilan gender, serta meningkatnya literasi keuangan petani yang kini mulai aktif memanfaatkan akses pembiayaan.

“Kita melihat petani semakin memahami pembiayaan. Ini peluang besar untuk mendorong pengembangan usaha mereka,” katanya.

Pemprov Lampung juga menegaskan komitmen memperkuat ekosistem pembiayaan berkelanjutan melalui integrasi data petani, peningkatan kapasitas, serta optimalisasi penyaluran dana bergulir.

Di sisi lain, Jihan turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan pagar pembatas kawasan Taman Nasional Way Kambas sebagai upaya perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Dengan pembiayaan yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, petani akan semakin mandiri, produktif, dan sejahtera,” pungkasnya. (Ramona)