oleh

Giri : Keberagaman Kekuatan Bangun Lampung

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Perayaan Festival Cap Go Meh 2577/2026 yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Lampung di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Minggu (8/3/2026), menjadi momentum mempererat harmoni keberagaman di Provinsi Lampung.

Ketua DPRD Provinsi Lampung A. Giri Akbar, S.E., M.B.A. bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri langsung perayaan yang berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran Forkopimda, Walikota Bandar Lampung, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Lampung menegaskan bahwa perayaan Cap Go Meh bukan sekadar tradisi budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persaudaraan dan toleransi antar masyarakat di Lampung.

“Perayaan Cap Go Meh ini merupakan momentum penting untuk mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Lampung. Keberagaman yang kita miliki harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah,” ujar Giri Akbar.

Ia menilai semangat kebersamaan yang tercermin dalam perayaan tersebut sejalan dengan filosofi Lampung sebagai Sai Bumi Ruwa Jurai, yang menjunjung tinggi harmoni antara berbagai suku, budaya, dan agama.

“Lampung adalah rumah bagi banyak perbedaan. Justru dari keberagaman itulah lahir kekuatan untuk membangun daerah yang maju, damai, dan harmonis,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan bersama istri serta Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza.

Sementara itu, Ketua PSMTI Provinsi Lampung Christian Chandra menyampaikan bahwa Cap Go Meh merupakan tradisi budaya yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tionghoa, sekaligus simbol kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Cap Go Meh bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga wujud kebersamaan dan harmoni masyarakat Lampung yang hidup dalam keberagaman,” kata Christian.

Perayaan Cap Go Meh tahun ini mengusung tema “Harmoni Sai Bumi Ruwa Jurai, Menjalin Keberagaman, Mempererat Persaudaraan.”

Rangkaian acara diawali dengan registrasi tamu undangan, penampilan Tari Sigeh Pengunten, sambutan panitia dan Gubernur Lampung, penampilan marawis, pembacaan doa lintas agama, hingga penyerahan santunan kepada anak-anak panti asuhan.

Di akhir acara, Giri Akbar berharap semangat toleransi dan persatuan yang tercermin dalam perayaan Cap Go Meh dapat terus terjaga di tengah masyarakat.

“Semoga melalui momentum ini semangat persatuan dan toleransi di Lampung semakin kuat. Keberagaman harus terus kita rawat sebagai modal sosial untuk membangun Lampung yang lebih maju,” pungkasnya. (Ramona)