Harianpilar, com. Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pertanian dan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) melakukan groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kebun Kedaton Trikora PTPN I Regional 7, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (6/2).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan Direktur Utama PTPN I terkait penguatan sektor peternakan dan industri hilir di Provinsi Lampung. Groundbreaking tersebut dilaksanakan serentak secara daring dari Jakarta dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Secara nasional, program hilirisasi ayam terintegrasi dilaksanakan di enam wilayah, yakni Provinsi Lampung, Gorontalo, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
Dalam kegiatan di Lampung, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan. Turut hadir Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang diwakili Direktur Pakan Ditjen PKH Tri Melasari, serta Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas.
Sebelumnya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa proyek hilirisasi ayam terintegrasi bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol perubahan arah pembangunan ekonomi Lampung yang menekankan penciptaan nilai tambah.
“Lampung adalah lumbung pangan nasional. Namun kita tidak boleh berhenti hanya sebagai penyedia bahan mentah. Hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan langkah nyata agar manfaat ekonomi tetap berada di Lampung,” ujar Mirza.
Menurutnya, penguatan hilirisasi menjadi kunci meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani.
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Lampung sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program strategis nasional tersebut. Ia menilai program ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan dan perbaikan gizi sebagai prioritas pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Program ini mendukung Asta Cita Presiden, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan protein hewani yang berkualitas dan terjangkau,” kata Marindo.
Di Provinsi Lampung, program hilirisasi ayam terintegrasi diwujudkan melalui empat proyek utama, yakni pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) berkapasitas 2.000 ekor per jam lengkap dengan cold storage berkapasitas 50 ton, pembangunan parent stock dan hatchery ayam layer, pembangunan pabrik pakan ternak tahap kedua, serta pembangunan pabrik tepung telur tahap kedua.
Keempat proyek tersebut membentuk ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Marindo berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan peternak, menjaga stabilitas harga pakan dan ayam, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat perekonomian daerah.
“Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong distribusi ayam dalam bentuk produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Lampung terus memperkuat sektor hulu melalui peningkatan produksi jagung sebagai bahan baku pakan ternak, penyediaan sarana pendukung, serta penguatan ekonomi desa. Marindo juga mengajak seluruh pihak menjaga kolaborasi agar program berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Pakan Ditjen PKH Kementerian Pertanian Tri Melasari menyatakan groundbreaking ini bertujuan mendukung swasembada protein hewani nasional. Secara nasional, program direncanakan berlangsung di 30 provinsi, dengan tahap awal dilaksanakan di enam provinsi, termasuk Lampung.
“Untuk Lampung direncanakan ada tiga lokasi lahan PTPN, meliputi pembangunan RPHU dan cold storage, pabrik pakan, pengolahan tepung telur dan daging, serta hatchery DOC ayam petelur,” jelasnya.
Ia menilai Lampung memiliki potensi besar sebagai pemasok kebutuhan protein hewani bagi wilayah Sumatera hingga Jabodetabek.
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menyebut program ini sebagai tonggak penting penciptaan nilai tambah berkelanjutan di sektor peternakan nasional. Nilai investasi tahap pertama di Lampung diperkirakan mencapai Rp600 miliar, mencakup pembangunan RPHU, cold storage, dan pabrik pakan.
Tahap selanjutnya akan dilanjutkan dengan pembangunan industri pakan lanjutan, hatchery, serta parent stock ayam layer dan broiler. Industri ternak ayam terpadu di Trikora ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 5.760 ton daging ayam karkas per tahun untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat di wilayah Sumatera. (Ramona)









