oleh

Satu Digit

​Angka kemiskinan Lampung turun jadi satu digit?

Ekonomi Lampung tumbuh di atas rata-rata Nasional?

Nilai Tukar Petani membaik?

​Saya kaget gak kaget.

Mari kita bahas kenapa enggak kaget dulu.

​Sedikit cerita. Saat masa kampanye Pilgub Lampung 2024 lalu, saya sempat membuat tulisan sederhana “Kenapa Harus RMD?”.

​Tulisan itu sempat dijadikan buku saku. Jadi panduan para relawan di desa-desa untuk sosialisasi. Agar mereka bisa menjelaskan dengan gamblang, kenapa rakyat harus memilih RMD.

​Satu hal yang paling saya tekankan saat itu, kita memilih RMD karena sesuai kebutuhan Lampung.

​Lampung butuh pemimpin yang benar-benar paham. Paham cara memajukan ekonomi. Paham cara memajukan pertanian.

Bukan sekedar tau cara membangun. Tapi paham cara membangun dengan multieffect. Karena Lampung butuh lompatan untuk mengejar ketertinggalan.

Dan dari semua nama-nama yang muncul sebagai nominator calon gubenur saat itu, saya meyakini RMD yang paling memenuhi kriteria itu.

​RMD bukan sekadar paham. Dia menyelami ekonomi, dari hulu sampai ke hilir.

​Dia mantan Ketua HIPMI. Di masa kepemimpinannya, HIPMI Lampung jadi yang terbaik se-Indonesia. Dia besar di dunia usaha.

​Dia mengerti betul bahwa ekonomi itu seperti roda. Harus berputar agar bisa merata. Agar dirasakan masyarakat hingga lapisan terbawah.

​Dan ingat, dia bicara ekonomi bukan cuma saat mau nyalon Gubernur.

​Tahun 2020. Jauh sebelum dia jadi Ketua Gerindra. Sangat jauh dari Pilgub 2024. Baru awal dia jadi anggota DPRD. Dia sudah bicara lantang tentang bagaimana memajukan ekonomi Lampung, UMKM, dan nilai tambah.

​Itu terjadi di diskusi terbuka, bukan bisik-bisik. Yang di saksikan ratusan peserta mayoritas mahasiswa. Yang diselenggarakan #StudioKopi. Kebetulan, saya didaulat jadi moderatornya.

Saya masih ingat betul karena saya menyimak dengan saksama.

​Jadi, jauh sebelum Pilgub, di kepalanya sudah tertanam konsep ekonomi Lampung ini harus diapakan. Dia tidak beretorika. Dia paham jalannya.

​Soal pertanian? Dia mantan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lampung. Dua periode.

RMD sangat paham apa keluhan petani. Dia paham apa kendala di lapangan. Dan dia sangat paham apa yang harus dilakukan untuk menyejahterakan petani.

​Kita, rakyat Lampung, harus memilih RMD karena kita butuh pemimpin seperti dia.

Begitulah cuplikan tulisan itu dulu.

​Maka, kalau saat ini pertumbuhan ekonomi Lampung naik, kemiskinan turun, dan Nilai Tukar Petani meningkat, saya gak kaget. Karena itu adalah konsekuensi logis.

Konsekuensi dari keputusan 82 persen rakyat Lampung memilih pemimpin yang paham bagaimana memajukan Lampung.

Nah, sekarang saya jelaskan kenapa saya kaget.

​Saya kaget karena ini tercapai dalam waktu yang sangat cepat. Lebih cepat dari ekspektasi saya. Ini benar-benar lompatan.

​Saya pikir capaian ini baru akan terjadi di tahun ke-3 atau ke-4. Bukan di tahun pertama kepemimpinannya.

​Mari tarik napas sejenak. Baca pelan-pelan data BPS ini.
​Sekali lagi, ini data BPS. Bukan data Pemprov Lampung. Bukan data lembaga survei abal-abal. Dan bukan data RMD.

​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Februari 2026, perekonomian Lampung menunjukkan kinerja mengesankan.

​Pertumbuhan ekonomi Lampung periode 2025 hingga awal 2026 konsisten berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Salah satu yang tertinggi di Sumatera.

​Lampung berhasil memasuki era kemiskinan satu digit (di bawah 10 persen) pada awal 2026. Angkanya 9,66 persen.

​Inflasi tahunan Lampung pada Januari 2026 tercatat sangat rendah, yaitu 1,90 persen. Salah satu yang terendah secara nasional. Stabilitas harga terjaga.

​Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung pada Februari 2026 kuat di angka 127,62. Ini menunjukkan daya beli petani yang baik.

​Nilai ekspor Lampung Januari-November 2025 meningkat 19,07% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

​Memang, mungkin terlalu dini jika capaian-capaian ini diklaim sebagai bukti keberhasilan RMD secara keseluruhan.

​Tapi setidaknya, keberhasilan kepemimpinan RMD di tahun pertama ini menjadi indikator kuat.

Indikator bahwa 82 persen rakyat Lampung tidak salah memilih di Pilgub 2024 lalu…Wassalam.