oleh

CPL Lampung Dorong Pendampingan Menyeluruh Anak Cerebral Palsy

Harianpilar, com. Bandarlampung – Komunitas Cerebral Palsy Lampung (CPL) menegaskan pentingnya pendampingan komprehensif dan berkelanjutan bagi anak penyandang cerebral palsy (CP) melalui kegiatan Silaturahmi Keluarga Besar CPL dan Edukasi bertema “Pendampingan untuk Anak Cerebral Palsy Lampung”, yang dirangkaikan dengan aksi amal bagi keluarga anak CP, Sabtu (24/1).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu dipusatkan di Jalan Dul Hadi Blok A No.5, Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Acara dihadiri keluarga anak cerebral palsy, tenaga medis, relawan, serta para donatur yang menunjukkan kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Harian Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL), Dewi Mayang Suri Djausal, SP., MM., yang mewakili Ketua Umum PKDL dr. Jihan Nurlela yang berhalangan hadir. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial Provinsi Lampung dan PKDL, yang secara simbolis diterima oleh Ketua dan Sekretaris CPL Lampung.

Dalam sambutannya, Dewi Mayang menyampaikan pesan reflektif yang menyentuh dan memberi penguatan moral kepada para orang tua anak CP.

“Tidak ada orang tua yang bercita-cita memiliki jalan hidup yang lebih berat. Namun ketika Allah menitipkan anak-anak istimewa ini, Allah juga menitipkan hati yang sangat kuat kepada orang tuanya,” ujarnya, disambut haru para peserta.

Sesi utama kegiatan diisi dengan edukasi kesehatan oleh dokter spesialis anak konsultan, Dr. Roro Rukmi WP, M.Kes., Sp.A (K), yang memaparkan secara komprehensif tentang cerebral palsy, mulai dari definisi, klasifikasi, hingga tatalaksana jangka panjang yang harus dijalani anak dan keluarga.

“Cerebral palsy merupakan gangguan perkembangan otak yang memengaruhi gerak, postur, dan kontrol otot. Kondisi ini tidak memburuk, tetapi dampaknya bisa berlangsung seumur hidup sehingga pendampingan jangka panjang menjadi sangat penting,” jelasnya.

Dr. Roro Rukmi juga mengungkapkan, berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi cerebral palsy di Indonesia mencapai sekitar 0,09 persen anak usia 24–59 bulan, atau setara dengan 9 kasus per 1.000 kelahiran. Anak dengan CP, lanjutnya, kerap menghadapi komplikasi penyerta seperti epilepsi, gangguan kognitif, gangguan bicara, kelainan tulang dan sendi, hingga gangguan penglihatan dan pendengaran.

“Penanganan anak cerebral palsy tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter anak, rehabilitasi medik, ortopedi, fisioterapis, psikolog, serta peran aktif orang tua sebagai pendamping utama,” tegasnya.

Materi edukasi juga diperkuat oleh Ftr. Al Um Aniswatun Hasanah, M.Fis, yang menekankan pentingnya fisioterapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian anak cerebral palsy.

Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize serta penyaluran donasi bagi keluarga anak cerebral palsy sebagai wujud solidaritas dan dukungan nyata. CPL Lampung berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperluas edukasi publik sekaligus memperkuat jejaring dukungan bagi keluarga anak cerebral palsy di Provinsi Lampung. (Ramona)