Harianpilar, com. Bandarlampung – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Lampung menancapkan target ambisius namun realistis menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 mendatang.
Cabang olahraga ini membidik perolehan empat medali emas. Tekad tersebut disampaikan Sekretaris Umum Perbakin Lampung, Hendro Susanto, dalam acara penutupan Shooting Training Camp II di Lapangan Tembak Perbakin, Sukarame, Bandar Lampung, Minggu (18/1/2026).
Menurut Hendro, optimisme ini berkaca pada rekam jejak Perbakin yang konsisten menjadi lumbung medali bagi kontingen Lampung sejak PON tahun 2000. Guna merealisasikan target tersebut, Perbakin kini fokus membenahi sarana latihan serta menjalankan program pembekalan teknis bagi petembak muda.
“Secara prestasi, kami terus menggenjot para atlet. Diproyeksikan pada PON 2028 nanti, Lampung bisa mengirimkan 22 atlet untuk mengikuti 17 nomor, dengan prioritas utama pada 11 nomor lomba,” ujar Hendro.
Ia merinci target medali yang dibidik adalah 4 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. “Kami mohon doa dan dukungan penuh dari KONI Provinsi Lampung untuk memaksimalkan potensi ini,” imbuhnya.
Menanggapi target tersebut, Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, keberanian menetapkan target secara realistis adalah langkah awal yang krusial untuk memacu semangat pelatih, atlet, dan pengurus cabang olahraga (cabor).
“Saya apresiasi tekad pengurus Perbakin Lampung. Harapannya, target yang dicanangkan ini diikuti dengan persiapan yang memadai dan logis,” kata Taufik.
Taufik menegaskan, Perbakin saat ini masuk dalam kategori cabor prioritas di KONI Lampung, mengingat capaian gemilang pada PON XXI Sumut-Aceh lalu dengan raihan 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Meski demikian, Taufik memastikan KONI akan bersikap objektif dalam memberikan dukungan.
“KONI tidak ada anak emas, semua akan kami layani dan support. Namun, tentu disesuaikan dengan kapasitas cabor, prestasi, dan kemampuan keuangan KONI Provinsi Lampung,” tegasnya. Ia juga mendorong agar cabor terus membangun semangat kedaerahan dan melakukan terobosan program latihan, baik teknis maupun non-teknis.
Dalam kesempatan yang sama, pelatih utama Perbakin Lampung sekaligus petembak senior, Maryono, memberikan motivasi kepada para atlet junior. Ia menekankan tiga aspek mental yang wajib dimiliki seorang atlet: tidak boleh takut, tidak boleh ragu, dan tidak boleh malu.
“Rasa takut akan menghilangkan potensi diri. Di arena, atlet harus berani menghadapi tantangan. Kemudian, keraguan harus dihilangkan karena menembak butuh fokus dan keputusan tegas saat membidik sasaran yang kecil,” jelas Maryono.
Maryono juga mengingatkan pengurus cabor mengenai lima pilar pembinaan prestasi: pencarian bibit berkualitas, penyediaan sarana prasarana, pelatih profesional, serta program yang terencana dan terukur.
Sebagai informasi, Shooting Training Camp II ini diikuti oleh 26 atlet muda dari berbagai Pengurus Kabupaten (Pengkab) dan Pengurus Kota (Pengkot) se-Lampung. Pelatihan ini dipandu langsung oleh pelatih berpengalaman seperti Maryono, Nanda Suhelmi, serta pelatih nasional, Theo, dari Jakarta. (*)









