Harianpilar, com. Bandarlampung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung memperkuat koordinasi strategis lintas lembaga dengan Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Raden Inten, khususnya dalam mendukung akurasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam audiensi resmi KPU Provinsi Lampung bersama Pangdam XXI/Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei, S.S.Sos., M.Si., di ruang pertemuan Pangdam, Jumat (16/1).
Audiensi dipimpin langsung Ketua KPU Provinsi Lampung, Erwan Bustami, didampingi para anggota KPU Provinsi Lampung serta jajaran sekretariat. Pertemuan berlangsung dalam suasana silaturahmi kelembagaan sekaligus konsolidasi peran strategis antarinstansi di masa nontahapan Pemilu dan Pemilihan.
Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami menegaskan, koordinasi dengan TNI memiliki arti penting untuk menjaga validitas dan akuntabilitas data pemilih, terutama terkait status keanggotaan TNI yang secara ketentuan dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai pemilih.
“Dalam pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan, kami membutuhkan koordinasi yang kuat dengan TNI. Anggota TNI aktif harus dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai pemilih, sementara personel yang memasuki masa pensiun dan telah memenuhi ketentuan akan kami masukkan sebagai pemilih baru,” ujar Erwan Bustami.
Erwan menambahkan, meski berada di luar tahapan Pemilu, KPU tetap menjalankan sejumlah agenda penting, mulai dari pendidikan pemilih berkelanjutan, pemutakhiran data partai politik, hingga pelaksanaan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPRD Provinsi Lampung.
“Kami ingin memastikan seluruh proses ini berjalan tertib, akurat, dan sesuai regulasi. Dukungan Kodam XXI/Raden Inten sangat krusial dalam menjaga kualitas data pemilih di Lampung,” tegasnya.
Sementara itu, Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei, S.S.Sos., M.Si. menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan komitmen TNI dalam mendukung tugas-tugas KPU sesuai koridor peraturan perundang-undangan.
“Kodam XXI/Raden Inten siap mendukung KPU Provinsi Lampung dalam pemutakhiran data pemilih, khususnya terkait data personel TNI. Sinergi ini penting agar data yang digunakan benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Kristomei.
Menurut Pangdam, koordinasi yang baik antara KPU dan TNI merupakan bagian dari upaya menjaga integritas demokrasi sekaligus memastikan hak dan kewajiban warga negara berjalan sesuai aturan.
Melalui audiensi ini, KPU Provinsi Lampung berharap kerja sama yang terbangun dapat semakin memperkuat kualitas penyelenggaraan pemilu ke depan, dengan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan terpercaya. (Ramona)









