Harianpilar.com, Bandarlampung – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung kembali menegaskan komitmennya dalam pelayanan kemanusiaan dengan mengirimkan relawan secara bergelombang dan berkelanjutan ke sejumlah daerah terdampak bencana alam di Sumatra. Langkah ini menjadi penegasan bahwa kehadiran PKS tidak berhenti pada fase tanggap darurat, melainkan berlanjut hingga proses pemulihan masyarakat benar-benar tuntas.
Pengiriman relawan dilakukan secara terstruktur sebagai bagian dari sistem kerja nasional relawan PKS. Pola bergantian ini memastikan pendampingan korban bencana berjalan konsisten, terencana, dan tidak bersifat seremonial.
Pelepasan relawan dipimpin Sekretaris DPW PKS Lampung, M. Suhada, yang menegaskan sejak awal PKS berkomitmen hadir bersama masyarakat terdampak hingga masa pemulihan pascabencana selesai.
“Relawan PKS hadir bukan sekadar datang lalu pulang. Luka akibat bencana tidak selesai dalam hitungan hari. Karena itu, pendampingan harus dilakukan secara terus-menerus,” tegas Suhada.
PKS menilai penanganan bencana membutuhkan dukungan jangka panjang, mulai dari fase darurat, pemulihan psikososial, hingga penguatan kembali kehidupan sosial dan ekonomi warga terdampak.
Sebagai bentuk keseriusan, PKS Lampung sebelumnya telah melakukan penggalangan dana kemanusiaan serta pemotongan gaji anggota dewan PKS se-Provinsi Lampung. Hingga kini, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp490 juta dan seluruhnya dialokasikan untuk membantu korban bencana di Sumatra.
Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara PKS Lampung, Trisno NS, menjelaskan pengiriman relawan dilakukan secara terkoordinasi langsung dengan DPP PKS guna menjaga efektivitas layanan di lapangan.
“Relawan dikirim bergelombang agar kondisi tetap prima, bantuan terus mengalir, dan kebutuhan masyarakat dapat terlayani secara berkelanjutan,” ujarnya.
Relawan PKS akan difokuskan pada layanan kemanusiaan, pendampingan warga terdampak, serta membantu proses pemulihan pascabencana sesuai kebutuhan di lokasi.
Melalui langkah ini, PKS Lampung menegaskan jati dirinya sebagai partai pelayan rakyat—hadir tidak hanya saat sorotan publik tinggi, tetapi konsisten membersamai masyarakat hingga benar-benar pulih. (Ramona)









