oleh

Pencarian ABK KM Maulana 30 Dihentikan, 8 ABK Hilang

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Lampung secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap delapan anak buah kapal (ABK) KM Maulana 30 yang dilaporkan hilang pascakecelakaan kapal terbakar di perairan selatan Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.

Penghentian operasi dilakukan pada Jumat (26/12), setelah Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian intensif selama tujuh hari tanpa hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung, Deden Ridwansah, S.Sos., menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan laut yang menimpa KM Maulana 30. Ia menegaskan, seluruh tahapan operasi SAR telah dilaksanakan sesuai prosedur dan perencanaan yang matang.

“Operasi SAR telah dilaksanakan sesuai rencana operasi dan perhitungan SAR Map Prediction. Namun hingga hari ketujuh, tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan,” ujar Deden dalam keterangan resminya.

Pada hari ketujuh operasi, Tim SAR Gabungan terlebih dahulu melaksanakan briefing dan koordinasi sejak pagi sebelum melakukan penyisiran di area seluas 142 nautical mile persegi. Pencarian dilakukan menggunakan KN SAR 224 Basudewa, dengan menyisir sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan berdasarkan analisis pergerakan arus dan cuaca.

Selain itu, tim juga melakukan penyisiran sepanjang pesisir Tampang hingga Way Bangik dan Teluk Kiluan. Namun hingga sore hari, upaya tersebut belum membuahkan hasil dan tidak ditemukan indikasi keberadaan delapan ABK yang masih dinyatakan hilang.

“Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban, dalam hal ini Saiful Umam, operasi SAR kecelakaan kapal KM Maulana 30 resmi dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan. Seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” jelas Deden.

Berdasarkan data Basarnas, dari 33 orang yang berada di atas kapal, 25 orang berhasil selamat, sementara delapan ABK dinyatakan hilang. Selama pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), potensi SAR, hingga relawan dan masyarakat setempat.

Kantor SAR Lampung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan, instansi terkait, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh selama operasi pencarian berlangsung.

Tragedi KM Maulana 30 menjadi duka mendalam bagi dunia pelayaran dan masyarakat Lampung, sekaligus pengingat pentingnya keselamatan dan kewaspadaan dalam aktivitas laut. (*)