Harianpilar.com, Bandarlampung – Universitas Lampung (Unila) menegaskan komitmennya mendorong pemberdayaan perempuan berkelanjutan sebagai fondasi membangun keluarga bahagia dan bangsa sejahtera. Komitmen tersebut disampaikan dalam Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 yang digelar di Student Business Center (SBC) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila, Senin (22/12).
Mengusung tema “Perempuan Berdaya, Keluarga Bahagia, Bangsa Sejahtera”, kegiatan ini dihadiri Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan, khususnya ibu, merupakan pilar utama dalam membangun keluarga harmonis sekaligus menciptakan masyarakat dan bangsa yang maju, berkarakter, serta berdaya saing.
“Ibu tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam bidang sosial, pendidikan, dan organisasi. Melalui momentum Hari Ibu ini, mari kita perkuat peran perempuan di keluarga, organisasi, dan institusi pendidikan,” ujar Prof. Lusmeilia.
Ia menambahkan, Unila berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan mendukung pengembangan potensi perempuan agar mampu berkontribusi optimal dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Unila, Yuniarti Suripto, menegaskan Hari Ibu merupakan momentum refleksi peran perempuan sebagai penggerak ketahanan keluarga sekaligus agen perubahan di masyarakat.
“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, sehat, dan bahagia. DWP terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan melalui program pemberdayaan, pendidikan, dan sosial,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Dharma Wanita Harian KPA Unila Ria Hero menekankan pentingnya sinergi dan kebersamaan antarperempuan dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.
Peringatan PHI ke-97 Unila turut dihadiri Ketua Senat Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., Ketua LPMPP, para dekan dan wakil dekan, pengurus DWP Unila, serta perwakilan DWP perguruan tinggi.
Kegiatan ini menjadi momentum reflektif untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan—khususnya ibu—dalam membangun keluarga, institusi pendidikan, dan masa depan bangsa. (Ramona)









