Harianpilar.com, Bandar Lampung — Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), Fatoni, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam ujian promosi doktoral di Hall FH Tower Universitas Sriwijaya, Rabu (17/12).
Dalam disertasinya, Fatoni mengajukan gagasan besar tentang sistem Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) yang holistik, berkeadilan, dan berkarakter kebangsaan.
Disertasi berjudul “Konvergensi Nilai Pancasila dan Paradigma Pembangunan Berkelanjutan dalam Sistem Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup” itu dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. Febrian, S.H., M.S., serta Co-Promotor Dr. Firman Muntaqo, S.H., M.Hum. dan Prof. Dr. Hieronymus Soerjatisnanta, S.H., M.H.
Fatoni menegaskan, penelitiannya berangkat dari kegelisahan atas semakin lebarnya jarak antara cita hukum Pancasila sebagai Staatsfundamentalnorm dengan realitas krisis lingkungan hidup di Indonesia. Menurutnya, dominasi paradigma antroposentrisme telah melemahkan norma hukum PPLH dan melahirkan praktik “kepatuhan semu” yang bersifat administratif-teknokratis.
“Penelitian ini menawarkan konsep PPLH baru untuk mengatasi kepatuhan semu yang selama ini gagal menjawab krisis lingkungan,” tegas Fatoni, Rabu (17/12)
Ia menyoroti berbagai bencana ekologis yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatra sebagai bukti nyata ketidakseimbangan lingkungan akibat aktivitas manusia. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa meskipun terjadi pergeseran paradigma hukum lingkungan dari eksploitatif ke protektif, namun terjadi kemunduran signifikan pasca pemberlakuan UU Cipta Kerja.
“Perubahan regulasi tersebut melemahkan fungsi kontrol preventif, membatasi partisipasi publik, dan menggeser orientasi kembali ke arah pro-investasi dengan mengorbankan standar perlindungan lingkungan,” ujarnya.
Dalam disertasinya, Fatoni menawarkan konsep PPLH holistik, berkeadilan, dan berkarakter kebangsaan yang dibangun di atas paradigma antroposentrisme bertanggung jawab yang dijiwai biosentrisme kontekstual, serta dioperasionalkan melalui prinsip, kelembagaan, dan instrumen hukum yang terintegrasi. Konsep ini menjadi tawaran ius constituendum bagi pembaruan hukum lingkungan nasional.
Penelitian tersebut juga merekomendasikan revisi komprehensif UU No. 32 Tahun 2009 beserta perubahannya dalam UU Cipta Kerja, agar secara eksplisit mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, memperkuat partisipasi publik yang bermakna, serta mempertimbangkan pengakuan hak-hak alam (rights of nature) dalam sistem hukum nasional.
Ujian promosi doktoral ini menghadirkan tim penguji internal dan eksternal, di antaranya Prof. Dr. Iza Rumesten RS., S.H., M.Hum, Dr. Ridwan, S.H., M.Hum, Dr. Mada Apriandi Zuhir, S.H., MCL dari Universitas Sriwijaya, serta penguji eksternal Prof. Dr. Nanik Trihastuti, S.H., M.Hum dari Universitas Diponegoro.
Turut hadir Wakil Rektor I Universitas Lampung, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., serta kolega Fatoni dari berbagai fakultas di Universitas Lampung, menandai capaian akademik yang diharapkan memberi kontribusi strategis bagi pembaruan hukum lingkungan Indonesia. (Ramona)









