Harianpilar.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung dibawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal terus menunjukkan komitmennya memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung swasembada pangan nasional. Salah satunya melalui Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air (PSDA) melakukan rehabilitasi Jaringan Irigasi Way Ngison di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu untuk mendukung sektor pertanian.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meresmikan Irigasi Way Ngison yang berada di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu tu, Sabtu (13/12).
Jihan menyampaikan pembangunan infrastruktur irigasi tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Gubernur Lampung terhadap petani, sekaligus upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah. Rehabilitasi ini diproyeksikan memberi manfaat langsung bagi lahan pertanian di 11 pekon (desa) yang dilalui aliran Way Ngison.
“Hari ini kita resmikan rehabilitasi irigasi Way Ngison sebagai bentuk dukungan konkret bagi masyarakat petani di Pringsewu. Tujuannya agar pertanian semakin produktif, apalagi produksi Gabah Kering Giling Lampung terus menunjukkan tren peningkatan,” ujar Jihan di hadapan kelompok tani dan tokoh masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat memiliki tanggung jawab menjaga ekosistem pembangunan ekonomi sektor pertanian. Ketersediaan air yang cukup dan berkelanjutan melalui infrastruktur irigasi yang andal menjadi kunci utama peningkatan produktivitas.
Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga mengajak masyarakat khususnya para petani pemakai air, untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap jaringan irigasi yang telah dibangun. Ia menekankan pentingnya pengawasan dan pemeliharaan bersama.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan mengawasi jaringan irigasi ini. Jika ada indikasi kerusakan atau tindakan oknum tidak bertanggung jawab, segera laporkan,” tegasnya.
Secara teknis, rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I.) Way Ngison meliputi perbaikan saluran irigasi sepanjang kurang lebih 2 kilometer, perbaikan struktur bendung, pengerukan sedimen untuk mengembalikan kapasitas tampung air, serta pembangunan ulang jembatan inspeksi dan penghubung warga.
Proyek strategis ini mengairi total 1.900 hektare lahan pertanian, dengan dampak langsung (on-farm) pada sekitar 1.300 hektare sawah. Pemerintah Provinsi Lampung optimistis rehabilitasi ini akan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (*)









