Harianpilar.com, BandarLampung – Upaya memperluas akses dan pemahaman keuangan di kalangan generasi muda kembali diperkuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama TPAKD Kota Metro, perguruan tinggi, dan Bursa Efek Indonesia menggelar Sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan serta Pembukaan Rekening Saham bagi Mahasiswa di Kota Metro, Senin (1/12). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari implementasi Program Inklusi Keuangan Nasional.
Acara dihadiri Wali Kota Metro Bambang Imam Santoso; Deputi Direktur OJK Lampung, Ety Elyati; Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Bani Ispriyanto; serta perwakilan perguruan tinggi dan industri jasa keuangan. Ribuan mahasiswa dari Unisla, Universitas Muhammadiyah Metro, dan UIN Jurai Siwo turut berpartisipasi.
Dalam sambutannya, Bani Ispriyanto menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan literasi sebagai pondasi inklusi keuangan.
“Lampung menargetkan inklusi keuangan 85,5 persen pada 2025 dan 97,2 persen pada 2045. Pembukaan rekening saham tidak boleh berhenti sebagai seremoni, tetapi wajib disertai edukasi berkelanjutan agar mahasiswa memahami manfaat dan risikonya,” ujarnya dalam siaran persnya.
Deputi Direktur OJK Lampung, Ety Elyati, mengingatkan bahwa mahasiswa merupakan kelompok yang paling adaptif terhadap layanan keuangan digital. Namun, ia menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap investasi ilegal.
“Kami ingin memastikan mahasiswa memahami cara kerja pasar modal dan mampu mengambil keputusan keuangan yang aman dan bertanggung jawab,” katanya.
Wali Kota Metro, Bambang Imam Santoso, menyampaikan kebanggaan atas pesatnya perkembangan pendidikan tinggi di wilayahnya. Dengan dominasi mahasiswa dari luar daerah, Metro kini semakin kuat sebagai city of education sekaligus tengah membangun visi menjadi kota cerdas berbasis jasa dan budaya religius.
OJK Provinsi Lampung menilai sinergi TPAKD Kota Metro sebagai langkah nyata mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekosistem keuangan daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses pasar modal di kalangan generasi muda serta mendukung pertumbuhan ekonomi Lampung dan Indonesia. (Ramona)









