oleh

OJK Institute Dorong Riset Strategis

Harianpilar.com, BandarLampung – Sebagai wujud komitmen memperkuat industri jasa keuangan (IJK) yang sehat, tangguh, dan efisien, OJK Institute (OJKI) terus meningkatkan perannya melalui penyusunan riset-riset strategis yang mendalam dan komprehensif.

Riset tersebut menjadi fondasi penting bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam merumuskan kebijakan, meningkatkan kualitas pengawasan, serta memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen.

Widya Ningsih, anggota kelompok spesialis riset sekaligus Widyaiswara OJK Institute, menegaskan bahwa integritas adalah kunci utama dalam setiap penelitian yang dilakukan pihaknya.

“Kami di OJK Institute menjunjung tinggi integritas dan etika penelitian dalam setiap riset. Hal ini penting agar hasil riset dapat menjadi dasar yang kuat dan terpercaya bagi pengambilan kebijakan,” ujar Widya dalam Kegiatan Media Update Journalist Class, dan Media Gathering se-Sumbagsel (Sumatera Bagian Selatan), Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung, Provinsi Jambi, dan Provinsi Bengkulu di Holliday Inn Bandarlampung, pada 28-29 November 2025.

Sepanjang 2025, OJK Institute telah menghasilkan 73 topik riset, dengan 12 di antaranya dinilai memiliki dampak signifikan terhadap arah perkembangan industri jasa keuangan Indonesia. Riset-riset tersebut mencakup isu digitalisasi, penguatan pengawasan fintech, risiko kredit UMKM, hingga pengembangan keuangan berkelanjutan.

Beberapa topik strategis yang menjadi sorotan antara lain Pengaruh Digitalisasi terhadap Stabilitas Sistem Keuangan, mengulas risiko dan peluang perkembangan teknologi. Efektivitas Pengawasan Fintech Lending, mengevaluasi ketepatan regulasi dan mekanisme pengawasan OJK.

Kemudian Peran Pasar Modal dalam Pembiayaan Infrastruktur, sebagai alternatif sumber pendanaan nasional.  Analisis Risiko Kredit UMKM, yang menjadi tulang punggung perekonomian. Pengembangan Produk Asuransi Inklusif, untuk memperluas akses perlindungan masyarakat.

Penguatan Perlindungan Konsumen, merumuskan strategi menutup celah kerentanan konsumen jasa keuangan. Pengembangan Sustainable Finance, agar industri semakin berorientasi pada keberlanjutan. Evaluasi Implementasi Basel III, memastikan penerapan standar internasional berjalan optimal. Inovasi Instrumen Keuangan Syariah, sejalan dengan pertumbuhan pasar syariah nasional.

Riset-riset ini diharapkan menjadi masukan konkret dalam memperkuat kebijakan OJK sekaligus meningkatkan daya saing dan kesehatan industri jasa keuangan.

OJK Institute menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan riset berkualitas yang relevan dengan dinamika sektor keuangan modern dan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, regulator, maupun pelaku industri. (Ramona)