oleh

Lampung Jadi Magnet Investasi Global

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Provinsi Lampung kini resmi masuk radar investasi internasional. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa posisi Lampung yang berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I menempatkan provinsi ini sebagai jalur strategis yang diprediksi menjadi arus alternatif bagi 30% perdagangan dunia.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat Coffee Morning bersama para pelaku usaha di Mahan Agung, Rabu (26/11).

Gubernur mengungkapkan, status strategis ini menarik minat kuat dari berbagai negara, terutama Tiongkok. Lampung kini tengah dalam proses menjadi “Sister Province” dengan Provinsi Shandong, provinsi dengan GDP terbesar ketiga di Tiongkok. Kerja sama ini bakal membuka jalur perdagangan langsung, memperkuat ekspor, dan memperluas pasar produk Lampung ke level global.

Di sektor pariwisata, Lampung menunjukkan performa mencolok. Kunjungan wisatawan diproyeksikan menembus 28 juta orang tahun ini, dengan total belanja wisatawan hampir Rp50 triliun. Pemerintah Provinsi merespons lonjakan tersebut dengan menyiapkan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata: 5.000 hektare di Lampung Selatan dan 2.000 hektare di Pesawaran
Keduanya diproyeksikan menjadi pusat investasi, resort internasional, dan ekowisata unggulan Indonesia bagian barat.

Gubernur juga menegaskan bahwa pembangunan Kota Baru Lampung akan dipercepat untuk mengurai kepadatan Bandar Lampung. Rencana besar ini mencakup: Relokasi kampus UIN dan Universitas Lampung (Unila), Pengembangan komersial area seluas 300–400 hektare bagi para pelaku usaha, dan Penataan ruang modern sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi masa depan.

“Lampung memasuki babak baru. Momentum ini harus kita tangkap bersama. Dunia sedang menoleh ke Lampung, dan kita siap menjadi pusat pertumbuhan nasional di masa mendatang,” tegas Gubernur. (Ramona)