oleh

Cetak Sejarah, Jama’ah Puluhan Negara Kumpul di Lampung

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Provinsi Lampung bersiap menorehkan sejarah keagamaan terbesar di Indonesia. Sekitar 1,5 juta jamaah tabligh dari puluhan Negara diperkirakan akan menghadiri Ijtima Ulama dan Jamaah Tabligh Internasional yang digelar di Masjid Agung Al Hijrah, Kota Baru, Lampung Selatan, pada 28–30 November 2025.

Hal itu disampaikan Dr. Firmansyah Alfian.,MBA,.MSc, Humas Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025, dalam siaran persnya, Minggu (23/11).

Menurut Firman, jemaah yang telah tiba di Lampung hingga saat ini berasal dari 30 Negara. Diantaranya berasal dari USA, Kanada, Afrika Selatan, Tunisia, Maroko, Mesir, Perancis,  Jerman, Australia,  India, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, Jepang, Filipina, Srilangka, Kirgistan, dan Negara lainnya.”Saat ini mereka sebagian sedang tersebar di masjid-masjid yang ada di Lampung,” ungkapnya.

Untuk persiapan, jelas Firmansyah, sudah hampir 100 persen terutama untuk fasilitas pokok seperti tenda tempat itifkaf,
fasilitas MKC dan dapur umum. Total 3.500 fasilitas MCK serta 200 dapur umum.

“Insyaallah semua fasilitas dasar telah siap. Kita doakan acara ini lancar dan mendapat ridho Allah SWT,” ujarnya.

Begitu juga, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Lampung dibawah kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mensupport penuh acara ini. Terutama dengan memperbaiko jalan-jalan menuju Kota Baru. Akses Bandara Radin Inten II – Kota Baru (25–30 km) dioptimalkan untuk mencegah kemacetan total.

Jalur Bandar Lampung – Jl. ZA Pagar Alam – Jl. Ryacudu (20 km) disterilkan dari hambatan. Area parkir raksasa, dapur umum, posko kesehatan, hingga jalur evakuasi disiapkan.

“Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal telah menyiapkan seluruh protokol pengamanan dan layanan publik untuk memastikan jutaan tamu Allah dapat beribadah dengan nyaman dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Lampung Fraksi Gerindra M. Reza Berawi, SH, MH, mengajak semua pihak menyukseskan
Ijtima Ulama Dunia atau Tabligh Akbar Indonesia Berdoa itu.”Alhamdulilah, dengan izin dan takdir Allah SWT, Lampung menjadi tuan rumah Ijtima Ulama Dunia. Peristiwa yang sangat jarang terjadi dan belum tentu terlaksana dalam tiap 10 tahun sekali di Indonesia,” katanya.

Reza Berawi yang juga Anggota DPRD Lampung mengaku takjub dan bersyukur dengan banyaknya peserta ijtima yang telah hadir dari seluruh wilayah Indonesia hingga mancanegara.

“Mereka hadir dengan niat ibadah secara sukarela, semata-mata untuk mencari ridho dan berkah Ilahi. Semua berbaur dalam bingkai silaturahmi tanpa mengenal kasta,” jelas Iyai Reza panggilan akrabnya.

Reza menyebut ada rasa haru, bangga dan iri melihat pengorbanan yang diberikan para peserta ijtima dan menjadi intropeksi diri agar kita bisa sama dengan yang lain.

“Menjadikan kita sebagai saksi dihadapan manusia dan Allah SWT, bahwa kita menjadi bagian dari tabligh akbar Indonesia berdoa,” ucap Legislator partai Gerindra pimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Takbligh Akbar ini sambung Bang Reza, diharapkan menjadi motivasi buat kita pribadi dan yang lain agar menjadi lebih baik sekaligus menghidupkan nilai-nilai agama dalam masyarakat.

“Membangkitkan semangat umat untuk lebih baik keimanannya dari sebelumnya, Insya Allah Lampung khususnya dan Indonesia umumnya selalu mendapat ridho, rahmat dan berkah Allah SWT,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Reza mengajak masyarakat Lampung untuk turut mensukseskan ijtima ulama dunia di Kota Baru sekaligus menjadi tuan rumah yang baik.

“Mari kita sukseskan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa, dan memeriahkan acara ini. Insya Allah akan turun keberkahan dari Allah SWT. Dari jutaan orang yang hadir, pasti ada doa yang dikabulkan Allah SWT,” imbuh Anggota Komisi I DPRD Lampung.

Reza juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pemerintah serta masyarakat yang telah berempati untuk suksesnya Tablik Akbar Indonesia Berdoa.

“Terimakasih kepada seluruh panitia dan pihak-pihak yang telah mengambil peran untuk suksesnya acara Ijtima Ulama Dunia. Mudah-mudahan Allah SWT memberi ganjaran amal ibadah buat semuanya,” tutup pria yang tumbuh dan besar dalam tradisi keluarga yang peduli terhadap pendidikan dan nilai-nilai agama. (*)