Harianpilar, com. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan keberanian dalam merancang kebijakan fiskal yang berpihak pada daerah.
Lewat Peraturan Pemerintah (PP) No. 38 Tahun 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meluncurkan skema pinjaman dengan bunga cuma 0,5% per tahun.
Ini langkah berani untuk mempercepat pembangunan daerah tanpa membebani anggaran secara berlebihan.
Kebijakan ini membuka peluang besar bagi Pemda, BUMN, dan BUMD untuk mengajukan pinjaman langsung ke pemerintah pusat lewat Ditjen Perbendaharaan atau PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Tujuannya sederhana tapi krusial: menggerakkan ekonomi lokal lewat pembangunan infrastruktur dan proyek produktif yang punya dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kalau dibandingkan dengan bunga pinjaman komersial yang bisa tembus 6–7%, tawaran 0,5% ini praktis seperti “oksigen fiskal” bagi daerah yang butuh pembiayaan.
Dengan biaya pendanaan serendah ini, proyek-proyek strategis macam irigasi, jalan antar-desa, sampai pengolahan pangan modern jadi lebih realistis diwujudkan tanpa harus menunggu transfer pusat yang memang sering terbatas.
Tapi tentu saja, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada disiplin fiskal dan tata kelola daerah. Skema pembayaran lewat pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) memang jadi pengaman supaya utang daerah nggak menumpuk, tapi daerah juga harus pintar-pintar memilih proyek yang benar-benar produktif.
Transparansi dan akuntabilitas jadi kuncinya agar pinjaman murah ini benar-benar jadi akselerator kemandirian, bukan malah jebakan fiskal di kemudian hari.
Langkah Prabowo-Purbaya ini sejatinya strategi cerdas mengubah paradigma pembangunan daerah dari yang tadinya “menunggu kucuran dana” jadi berani berinovasi dengan tanggung jawab.
Kalau tata kelolanya kuat, pinjaman 0,5% bukan sekadar utang murah, tapi investasi negara terhadap masa depan ekonomi daerah yang lebih berdaulat dan mandiri.
*Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan
#PembangunanDaerah #PrabowoSubianto #PurbayaYudhiSadewa #OtonomiDaerah #EkonomiIndonesia








