oleh

Tender Proyek Dinas PUPR Waykanan 2025 Juga Sarat “Mainan”

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Selain tender dan pelaksanaan proyek tahun 2024, tender dan pelaksanaan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Waykanan tahun 2025 ternyata juga terindikasi sarat penyimpangan. Polanya juga sama, seperti mayoritas penawaran pemenang tender hanya turun 0,1 persen dari HPS dan peserta mayoritas sama dan bergantian menjadi pemenang.

Bahkan, lebih parah peserta tendernya bukan cuma sama tapi juga urutan posisinya juga sama di semua paket proyek itu yang mengindikasikan tender di bawah satu kendali.

Proyek-proyek tahun 2025 yang tendernya diduga sarat mainan adalah peningkatan Jalan Kampung Bumi Agung Pada Ruas Bumi Agung – Sp. Karangan Kec. Bumi Agung dengan HPS Rp999.862.060 tendernya dimenangkan CV. Putra Kembar dengan penawaran Rp998.454.515 hanya turun Rp1,4 juta atau 0,1 persen dari HPS.

Pembangunan Jalan Kampung Sidoarjo Kecamatan Umpu Semenguk dengan HPS Rp499.986.466 tendernya dimenangkan CV. Mekar Sari Anugrah dengan penawaran Rp498.999.674 hanya turun Rp986 Ribu atau hanya 0,1 persen dari HPS.

Peningkatan dan Rekonstruksi Jalan Gunung Sari – Simpang Tiga (Lanjutan) dengan HPS Rp2.339.972.626 tendernya dimenangkan CV.Nuansa dengan penawaran Rp2.325.527.601 hanya turun Rp14,4 juta atau hanya 0,6 persen dari HPS.

Peningkatan dan Rekonstruksi Jalan Sp. Kelapa – Bengkulu Tengah Kec. Gunung Labuhan dengan HPS    Rp1.999.961.696 tendernya dimenangkan CV.Tiga Putra dengan penawaran Rp1.994.892.096 hanya turun Rp5 juta atau 0,2 persen dari HPS.

Peningkatan Jalan Jaya Tinggi – Kasui Lama Kecamatan Kasui dengan HPS Rp1.299.881.315 tendernya dimenangkan CV. putra inti pratama dengan penawaran Rp1.297.069.477 hnaya turun Rp2,8 juta atau 0,2 persen dari HPS.

Indikasi tender proyek-proyek ini dikondisikan semakin kuat terlihat dari pesertanya yang mayoritas sama dan bergantian menjadi pemenang, tapi juga karena posisinya dengan urutan yang sama di semua paket proyek itu. Pesertanya tender itu adalah Mekar Sari Anugrah, CV. Warara 99, CV. Galang Perkasa, CV. Tiga Saudara Abadi, CV. Putra Kembar, CV. Echa Bersaudara, CV. Tiga Putra, CV. Sinar Tulang Bawang dan CV. Putra Inti Pratama

Diberitakan sebelumnya, pelaksanaan sejumlah proyek tahun 2024 milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Waykanan diduga kuat sarat penyimpangan. Bahkan “borok” proyek bernilai fantastis tapi berkualitas murahan itu sudah terjadi dari proses tender hingga pelaksanaan dilapangan.

Dalam proses tender proyek-proyek ini diduga kuat sarat masalah. Hal itu terlihat dari nilai penawaran semua pemenang tender kurang dari satu persen atau rata-rata hanya turun 0,1 sampai 0,3 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS), indikasi tender sarat “mainan” semakin terlihat dari peserta tender yang hampir selurunya sama dan bergantian menjadi pemenang tender.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Waykanan, Saptama, saat di konfirmasi mengatakan bawah proyek-proyek itu sudah selesai masa pemeliharaan dan sudah ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).”Temuan BPK sudah di kembalikan. “Yang proyek Simpang Andalas sudah lunas pengembalian temuan BPK-nya. Yang Gunung Katun tinggal sedikit lagi,” ungkapnya.

Disinggung berapa total temuan BPK proyek-proyek itu, Saptama mengaku lupa. Namun, Ia memastikan temuan BPK sudah dikembalikkan.”Saya lupa jumlahnya, tapi sudah di kembalikkan,” ungkapnya.

Proyek-proyek itu diantaranya proyek Peningkatan dan Rekonstruksi Jalan Sp. Andalas – Talang Plastik dengan HPS Rp17.035.244.185 tendernya di menangkan PT. Alvin Akbar Kontruksindo dengan penawaran Rp16.985.933.305 hanya turun Rp49.310.880 atau hanya 0,2 persen dari HPS.

Kemudian, proyek peningkatan dan rekonstruksi Jalan Sp. Zainal – Air Melintang dengan HPS Rp4.999.485.396, giliran CV.Nuansa yang menjadi pemenang tender dengan penawaran Rp4.981.981.600 hanya turun Rp17,5 juta atau hanya 0,3 persen dari HPS.

Selanjutnya, proyek peningkatan Jalan Sp. Sumamukti-Bumi Dana (DBH Sawit 2023) dengan HPS Rp6.512.311.788, giliran CV. Ratu Artha Jasa yang menjadi pemenang dengan penawaran Rp6.492.110.400 hanya turun Rp20,2 juta atau hanya 0,3 persen dari HPS.

Begitu juga pada proyek pembangunan Jembatan Way Besay Kampung Gedung Batin pad Ruas Gedung Jaya – Gedung Batin dengan HPS Rp17.999.018.573 tendernya dimenangkan PT. Bora Bora Teknik Indonesia dengan penawaran Rp17.976.450.000 hanya turun Rp22,4 juta atau hanya 0,1 persen dari HPS.

Proyek pembangunan Jalan Lancar Jaya/Talang Kemis – Air Melintang dengan HPS Rp13.218.381.880 tendernya dimenangkan Prima Indo Persada dengan penawaran Rp13.176.978.500 hanya turun Rp41,4 juta atau hanya 0,3 persen dari HPS.

Proyek peningkatan dan Rekonstruksi Jalan Sp. Gunung Katun – Tanjung Ratu (Lanjutan) dengan HPS Rp15.435.657.086 tendernya dimenangkan PT. Haberka Mitra Persada dengan penawaran Rp15.389.292.900 hanya turun Rp46,3 juta atau hanya 0,3 persen dari HPS.

Selain terlihat dari semua penawaran pemenang tender yang hanya turun 0,1 hingga 0,3 persen dari HPS, indikasi tender proyek-proyel ini bermasalah sangat terlihat dari peserta tender mayoritas sama dan bergantian menjadi pemenang, yakni PT.Belibis Jaya Group, PT. Haberka Mitra Persada, PT. Alvin Akbar Konstruksindo, CV Tebing Mlinting Perdana, CV.Rahmat Jaya Abadi, CV.Nuansa, PT. Anugrah Putra Kuwarasan Properti, CV.Putra Bahuga, Prima Indo Persada, CV.Hasrat Murni, CV. Muara Kebun, CV. Ratu Artha Jasa.

Indikasi penyimpangan proyek ini juga terjadi pada pelaksanaan dilapangan yang secara kualitas maupun kuantitas sangat buruk. Seperti proyek peningkatan dan rekonstruksi Jalan Sp. Andalas – Talang Plastik meski menghabiskan anggaran hingga Rp16,9 Miliar namun kualitasnya sangat buruk. Proyek yang dikerjakan PT. Alvin Akbar Konstruksindo ini sudah banyak berlubang besar, bergelombang bahkan terdapat banyak bagian aspal yang sudah mengelupas hingga tanah terlihat.

Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi pada proyek peningkatan dan Rekonstruksi Jalan Sp. Gunung Katun – Tanjung Ratu (Lanjutan). Meski menelan anggaran hingga Rp15,4 Miliar proyek yang dikerjakan PT. Haberka Mitra Persada juga sudah mengalami kerusakan. Bahkan, sangat terlihat lapisan material aspal jalan ini sangat tipis dan mulai mengalai kerusakan seperti retak-retak dan berlubang.(*)