oleh

Lagi, Kasus Perundungan “Guncang” Lampung

Harianpilar.com, Bandarlampung – Baru bulan lalu Lampung geger akibat seorang siswa SMP di Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung menikam rekannya hingga tewas karena diduga tak tahan sering di bully. Kini kasus perundungan atau bullying kembali terjadi di Lampung. Kali ini peristiwa memilukan itu dialami Gina Dwi Sartika (16), siswi SMP Negeri 13 Bandarlampung yang terpaksa berhenti sekolah lantaran sering mendapat bullying dari teman-temannya yang menghina pekerjaan orang tuanya sebagai pemulung.

Gadis yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling itu, kini membantu sang ibu mencari barang bekas demi bisa makan.

Gina menceritakan bagaimana ia menjadi bahan ejekan teman-teman sekolah. “Saya sering dibully, mereka hina orang tua saya jelek, miskin, tukang rongsok, nggak usah belagu. Akhirnya saya dikeluarkan waktu kelas VIII,” ujar Gina dalam video yang viral di media sosial, Rabu (22/10).

Gina mengaku kini lebih banyak membantu sang ibu mencari barang bekas demi bisa makan. Namun, keinginannya untuk kembali bersekolah belum padam. “Saya sebenarnya masih mau sekolah lagi kalau ada yang bantu,” ungkapnya lirih.

Ibu Gina, Misna Megawati (42) tak kuasa menahan tangis menceritakan nasib anaknya. Ia menyesalkan keputusan sekolah yang memulangkan Gina.”Saya tidak tega anak saya dibully. Kata gurunya daripada pilih satu anak dan yang lain ribut, akhirnya Gina disuruh pulang,” ujar Misna.

Sebagai janda dengan enam anak, Misna hidup serba kekurangan. Setiap hari ia mencari rongsokan dan botol bekas untuk dijual. Penghasilannya sekitar Rp600 ribu per bulan, itu pun sebagian habis untuk membayar kontrakan Rp300 ribu.”Kadang tiga hari kami nggak makan. Anak saya yang kerja kirim Rp500 ribu buat beli beras,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah bisa membantu anak-anak miskin agar tetap sekolah, termasuk membantu mengurus dokumen administrasi seperti akta kelahiran dan kartu keluarga bagi anak bungsunya yang baru berusia enam tahun.”Saya ingin anak-anak saya sekolah tinggi, jangan seperti saya yang cuma sampai kelas 4 SD,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Americo bergerak cepat (Gercep) membantu Gina Dwi Sartika (16), siswi SMP Negeri 13 Bandarlampung yang terpaksa berhenti sekolah karena sering mendapat bullying dari teman-temannya.

Setelah videonya viral, Thomas langsung menemui Gina. Ditengah hujan, Thomas disambut hangat oleh keluarga ibunda Gina beserta adik-adiknya. Dalam kesempatan itu, Thomas menyerahkan sejumlah bantuan dan memberikan semangat kepada Gina dan para adiknya untuk tetap semangat dalam menimba ilmu pendidikan.

“Tetap semangat ya. Nggak boleh malas lagi, nggak boleh cengeng lagi, karena ini perintah Pak Gubernur lho. Pak Gubernur ingin anak-anak di Lampung ini sukses, rajin dan patuh pada ibunya,” kata Thomas saat menemui Gina dan keluarganya.

Thomas berkomitmen akan memfasilitasi Gina dan adiknya untuk tetap bisa menerima pendidikan. “Nanti akan difasilitasi ya, yang masuk SD akan masuk SD, yang SMP masuk SMP dan SMA masuk SMA. Nanti akan kita tindak lanjuti secepatnya,” ujarnya.

Mantan Sekwan DPRD Lampung Selatan ini juga berkomitmen akan terus mencegah atau menimalisir kasus pembullyan di Provinsi Lampung. Salah satunya dengan melakukan penguatan kepada guru Bimbingan Konseling (BK) serta Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).”Mereka akan jadi garda terdepan untuk mengantisipasi bully disekolah. Guru BK juga harus menjalankan tugasnya dengan baik,” pungkasnya.(*)