oleh

Lampung Butuh 2000 Dryer Multifungsi

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Lampung tampaknya masih perlu banyak lagi mesin pengering (Dryer) multiungsi. Jika melihat potensi komoditas di Lampung, setidaknya dibutuhkan 2000 unit dryer berkapasitas 20 ton.

Pendamping Pertanian Provinsi lampung, Ruby Herdian mengatakan, untuk saat ini sudah ada 24 unit dryer berkapasitas 20 ton yang disalurkan oleh Pemprov Lampung. Dan 24 dryer itu tersebar di Lampung Utara, Way Kanan, Lambar, Tanggamus , Lamsel, Lamtim.

“Tapi kalau melihat perhitungan untuk lampung, kita masih kurang banyak, setidaknya kita butuh 2000 unit lagi dryer yang berkapasitas 20 ton,” ujarnya, Selasa (7/10).

Ia mengatakan, untuk mesin yang telah tersalurkan saat ini hampir 100 persen itu mesinnya berfungsi. Namun, ada beberapa daerah pemanfaatannya tidak bisa dobel komoditi, seperti di Suoh belum bisa untuk mengeringkan komoditas coklat.

“Disana kan kapasitasnya 20 ton, dan kalau mau mencapai 20 ton harus modal banyak sekitar 1,5 miliar. Makanya mereka ngeringinnya yang kecil-kecil dulu. Tapi kalau gabah jalan, di Lampura gaplek juga jalan, di Lamsel jagung juga jalan.| kata dia.

Dari 24 dryer yang telah didistribusikan, lanjut dia, mayoritas 100 persen telah difungsikan untuk mengeringkan gabah. “Sedangkan komoditas lain, seperti singkong jadi gaplek, jagung, serta coklat baru 70 persen pemanfaatanya,” jelasnya.

Ia mengatakan, adanya mesin dryer ini sangat dirasakan manfaatnya oleh petani. Karena dapat menambah nilai jual serta efisiensi harga produksi.

“Selain itu, adanya dryer ini apat menyerap tenaga kerja. Karena setiap mesin dryer ini memperkerjakan 24 orang,” kata dia.

Untuk kendala, sejauh ini mungkin masih terkendala soal bahan bakar solar. Karena tempat lokasi mesin dryer ini sangat jauh dengan pertamina.

Jadi sejauh ini, karena mereka hidup di desa dan jauh dari pertamina, maka mereka membeli solar eceran disekitar mereka,” ungkapnya. (Ramona)