oleh

Manfaat Dryer Mulai Dirasakan Petani

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Program penyaluran dryer yang di gulirkan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani.  Dryer atau alat untuk mengurangi kadar air komoditas pertanian ini mampu meningkatkan nilai tambah, efesiensi waktu juga membuka lapangan kerja.

Apa lagi dryer ini kini tidak hanya berfungsi untuk satu komoditas, tapi bisa dimanfaatkan beberapa komoditas.

Pendamping Pertanian Provinsi lampung, Robby Herdian mengatakan, untuk saat ini sudah ada 24 unit dryer berkapasitas 20 ton yang disalurkan oleh Pemprov Lampung. Dan 24 dryer itu tersebar di Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Barat, Tanggamus , Lampung Selatan, dan Lampung Timur.

Ia mengatakan, mesin dryer yang telah disalurkan saat ini hampir 100 persen berfungsi dengan baik. Namun, ada beberapa daerah pemanfaatannya tidak bisa doubel komoditi, seperti di Suoh belum bisa untuk mengeringkan komoditas coklat.

“Disana kan kapasitasnya 20 ton, dan kalau mau mencapai 20 ton harus modal banyak sekitar 1,5 miliar. Makanya mereka ngeringinnya yang kecil-kecil dulu. Seperti gabah sudah jalan semua. Di Lampura gaplek juga jalan, di Lamsel jagung juga jalan,” kata dia.

Dari 24 dryer yang telah didistribusikan, lanjut dia, mayoritas 100 persen telah berjalan untuk mengeringkan gabah. “Sedangkan komoditas lain seperti singkong jadi gaplek, jagung, serta coklat baru 70 persen pemanfaatanya,” jelas Robby.

Ia mengatakan, adanya mesin dryer ini sangat dirasakan manfaatnya oleh petani. Karena dapat menambah nilai jual serta efisiensi harga produksi.

“Selain itu, adanya dryer ini apat menyerap tenaga kerja. Karena setiap mesin dryer ini memperkerjakan 24 orang,” kata dia.

Untuk kendala, sejauh ini mungkin masih terkendala soal bahan bakar solar. Karena tempat lokasi mesin dryer ini sangat jauh dengan pertamina.

“Karena mereka hidup di desa dan jauh dari pertamina, maka mereka membeli solar eceran disekitar mereka,” urainya.

Untuk jumlah dryer sendiri masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan untuk seluruh wilayah Lampung. “Kalau melihat perhitungan untuk Lampung, kita masih kurang banyak, setidaknya kita butuh 2000 unit lagi dryer yang berkapasitas 20 ton,” ujarnya.

Namun, lanjut Robby, dengan semakin banyaknya petani yang merasakan manfaat dryer ini maka peluang pihak swasta untuk membuka usaha dryer semakin terbuka lebar.”Mudah-mudahkan kedepan semakin banyak dryer dan proses hilirisasi komoditas pertanian semakin cepat sebagaimana yang diperjuangkan Gubernur kita Pak Mirza,” pungkasnya.(*)