oleh

Gagas SMA Terbuka

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Sebagai salah satu upaya menekan angka putus sekolah di Provinsi Lampung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung membuka wacana SMA Terbuka.

Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, mengatakan, SMA Terbuka di khususkan untuk pelajar yang putus sekolah setingkat SMA.”SMA Terbuka itu untuk anak yang putus sekolah dan siswa nantinya bisa belajar dimana saja,” ujar Thomas, Selasa (30/9).

Thomas juga mengatakan pelaksanaan SMA Terbuka akan mulai di laksanakan pada 2026 tahun depan secara gratis tanpa di pungut biaya.”Sekolah Terbuka adalah komitmen Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal agar tidak ada anak Lampung yang tertinggal dalam pendidikan,” terangnya.

Untuk bisa mendaftar di SMA Terbuka calon siswa hanya perlu mendaftar ke Dinas Pendidikan Provinsi Lampung atau ke sekolah terdekat dan membawa ijazah SMP.

* Pelantikan PPPK

Prosesi pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung berlangsung tak biasa. Meski hujan turun deras sejak siang, para peserta tetap berdiri tegak mengikuti pengambilan sumpah jabatan di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Rabu (1/10).

Sebanyak 651 guru PPPK hadir dengan seragam Korpri lengkap, sebagian bahkan rela basah kuyup demi tetap berada di barisan.

Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, mengaku terharu melihat semangat mereka.”Di tengah hujan deras, mereka tetap semangat. Tidak ada yang mundur, semuanya bertahan sampai selesai,” ujar Thomas dengan senyum bangga.

Ia berharap momen ini menjadi tanda baik bagi perjalanan baru para tenaga pendidik tersebut.”Mudah-mudahan ini jadi awal keberkahan dan awal semangat baru. Kalau pelantikannya saja penuh perjuangan, saya yakin pengabdiannya nanti juga luar biasa,” tambahnya.

Menurut Thomas, pelantikan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah penting untuk memperkuat dunia pendidikan di Lampung.”Semua ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Anak-anak kita butuh guru yang tidak hanya cerdas, tapi juga tangguh seperti mereka,” ujarnya.

Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Gerakan Menanam Pohon. Masing-masing peserta diminta menanam satu bibit sebagai simbol harapan dan pertumbuhan. (*)