Harianpilar.com, Bandarlampung – Musyawarah Daerah (Musda) XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Lampung resmi menetapkan Hanan A. Razak sebagai Ketua Golkar Lampung terpilih. Namun, Musda yang digelar di Hotel Novotel Bandarlampung, Minggu (31/8) itu sempet diwarnai kericuhan sesama kader. Bahkan, nyaris terjadi saling tarik-menarik hingga adu jotos antar pendukung.
Kericuhan terjadi sesaat pemilihan anggota formatur. Sesuai mekanisme dalam tata tertib, formatur dipilih atas dasar keterwakilan ormas pendiri dan sayap Golkar. Pada sesi itu, diskusi berlangsung alot.
Daftar nama yang diusulkan dalam formatur tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh sebagian utusan. Tri Karya (SOKSI, MKGR, Kosgoro) mengusulkan nama M. Alzier Dianis Thabranie, karena sebagai ketua Depidar SOKSI, Alzier dinilai paling senior dan punya pengalaman panjang di Golkar.
Ketua AMPG Lampung, Aprozi Alam tidak terima. Dia meminta agar namanya masuk dalam formatur. Aksi saling protes muncul, hingga berakhir ricuh, dan saling usir. Anggota SOKSI, Fanzir Zarami dikeroyok pendukung Aprozi Alam.
Tetapi, Fanzir Zarami mengambil mikrofon meminta kesepakatan awal yang dijalankan yakni Alzier Dianis tetap sebagai anggota formatur, sesuai kesepakatan Ormas Pendiri dan yang dirikan Golkar yakni Kosgoro, MKGR, AMPI, SOKSI, KPPG.
Setelah itu, aksi mereda setelah wakil ketua umum DPP Golkar, Doli Kurnia ikut menengahi. Dia mengajak semua menahan emosi, dan mengucap istighfar seluruh peserta Musda.
Akhirnya ditetapkan Formatur yang akan mendampingi Hanan menyusun kepengurusan adalah Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia, Ketua Golkar Pesawaran Yusak dan senior DPD I Azwar Hadi serta Ketua SOKSI Alzier Dianis Thabranie. (*)









