oleh

Peluang Lampung Jadi Tuan Rumah PON Terbuka

Harianpilar.com, Bandar lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirza Djausal yakin Provinsi Lampung bisa menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 bersama Provinsi Banten. Apa lagi kedua Provinsi memiliki keunggulan bonus demografi lebih cepat dari daerah lainnya dan Gubernur dua provinsi ini memiliki kedekatan sehingga lebih mudah dalam menyatukan program.

Hal itu disampikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat sambutan dalam acara pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung masa bakti 2025-2029 di Mahan Agung Rumah Dinas Gubernur Lampung, Rabu (13/8).

Menurut Mirza, KONI Lampung harus bekerja keras dan serius bukan hanya untuk pembinaan prestasi, tapi juga harus mengembangkan olahraga dan membangun ekosistem olahraga yang kompetiti.”Semua orang olahraga, karena dengan olahraga kita bisa meningkatkan kualitas SDM kita. KONI Lampung kedepan bukan hanya membina, tapi harus mengembangkan ekosistem olahraga,” ujar Mirza.

Mirza mengatakan, KONI Lampung memiliki tugas yang berat dalam membangun olahraga, tapi hal itu diyakini bisa diatasi dengan komitmen yang kuat dan usaha yang keras.”Termasuk untuk jadi tuan rumah PON, Lampung bersama Banten bisa bersama. Karena Gubernur Banten sahabat dekat saya, jadi lebih mudah menyatukan langkah,” ungkapnya.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menilai Lampung merupakan salah satu provinsi terbaik di Indonesia dalam hal pembinaan olahraga prestasi. Sebagai bukti, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut tahun 2024 Lampung berada di peringkat ke-10 dengan 22 emas, 16 perak dan 30 perunggu.

Dari 20 provinsi yang atletnya memecahkan rekor pada PON XXI, Lampung menempati peringkat ke-8 dengan 11 rekor. Diantaranya, 3 rekor nasional Angkat Besi 55 kg putra oleh M. Husni yang mana otomatis juga pecahkan rekor PON. Di tambah 1 rekor nasional menembak oleh Wira Kusuma yang juga memecahkan rekor PON, dan ada juga Adelia Prasasti, atlet Angkat Besi 45 kg putri yang memecahkan 3 rekor PON.

“Potensi ini merupakan tanggung jawab Ketum KONI Lampung dan para pengurusnya untuk bekerja sama dengan para pimpinan cabang olahraga,” ujar Marciano.

Marciano mengatakan, KONI Lampung harus terus meningkatkan prestasi olahraga jika ingin menjadi tuan rumah PON. Sebab peningkatan prestasi olahraga menjadi salah satu pertimbangan untuk menetukan tuan rumah PON.”Kalau pada PON XXI/2024 peringkat 10 atau masih 2 digit, untuk PON XXII/2028 NTT-NTB, saya rasa wajib untuk prestasi Lampung menjadi single digit. Jika seperti itu maka Lampung sulit dikalahkan daerah lain untuk menjadi tuan rumah PON,” tandasnya.

Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan, pihaknya tertantang untuk meningkatkan prestasi olahraga Lampung.”Pada Oktober 2025 atlet-atlet kita akan mengikuti PON Bela Diri di Kudus. Pada tahun 2026, kita akan ikuti PON Pantai, PON Indoor dan PON Remaja pada 2027. Kita akan berjuang meningkatkan prestasi,” terangnya.

Selain itu, lanjut Taufik, pada 2026 Lampung akan menyelenggarakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Semua itu akan menjadi persiapan Lampung bersama Banten untuk menjadi tuan rumah PON XXIII/2032.

Apa lagi Lampung memiliki salah satu potensi venue berstandar internasional yakni pantai di Krui, Kabupaten Pesisir Barat yang telah digunakan sebagai venue kejuaraan dunia selancar ombak.(*)