oleh

Wacana Empat Desa Lamsel Masuk Bandarlampung Dikritik

Harianpilar.com, Bandarlampung – Wacana pengalihan wilayah empat desa di Lampung Selatan (Lamsel) masuk ke Bandarlampung menuai tanya dari akademisi, salah satunya Naufal Caya, akademisi Universitas Tulang Bawang (UTB).

Direktur Pusat Studi Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik Siger Institute itu menilai wacana tersebut justru bukan ide visioner dan baik bagi masyarakat yang tinggal diempat desa itu.

“Persoalan dimasyarakat kan ada pada masalah pengurusan administratif yang dinilai jauh dari ibukota kabupaten (Kalianda). Padahal pengalihan status empat desa itu ke Bandarlampung bukan menjadi satu solusi yang bijak,” papar Naufal.

Menurutnya, masalah itu bisa diselesaikan dengan solusi reformasi birokrasi administrasi yang apabila selama ini harus diselesaikan di Kalianda cukup dengan mengurus di kecamatan saja.

“Sepertinya hal itu sudah dilakukan oleh bupati Lamsel terkait fasilitas layanan birokrasi atau administrasi yang cukup diselesaikan dilevel kecamatan saja. Tinggal penerapannya yang perlu terus disosialisasikan,” jelas Naufal.

Selain itu, disamping regulasi yang panjang, wacana pengalihan empat desa itu justru dinilai mengendurkan semangat pemecahan daerah otonomi baru (DOB) Bandar Negara.

“Meski sekarang masih moratorium DOB, kedepannya kan empat desa itu masuk dalam DOB. Kenapa malah harus masuk ke Bandarlampung. Ini kan justru menimbulkan masalah baru,” ujarnya.

Terakhir, ia berharap agar wacana itu tidak untuk diteruskan terlebih lagi diberbagai pemberitaan Walikota Bandarlampung Eva Dwiana nampak percaya diri wacana tersebut dapat terealisasi. (Ramona)