oleh

Dipimpin Mirza, Lampung Dapat Tol Baru Bernilai Rp3,2 Triliun

Harianpilar.com, Bandarlampung – Provinsi Lampung dibawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal kembali membuat gebrakan. Mirza berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk menambah ruas jalan tol di Lampung.

Hasilnya pemerintah pusat menyetujui pembangunan tol bernama Tol Lematang – Pelabuhan Panjang dengan nilai lebih dari Rp3,2 Triliun.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taifiqullah membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan Tol Lematang – Pelabuhan Panjang merupakan salah satu infrastruktur yang terus didorong oleh Pemerintah Provinsi Lampung kepada Pemerintah Pusat untuk dapat segera direalisasikan.

Pemerintah pusat, lanjutnya, akhirnya menyetujui dengan menetapkan Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera, yang salah satu isinya adalah Tol Lematang – Pelabuhan Panjang masuk ke dalam ruas jalan tol yang akan dipercepat pelaksanaannya dan masuk dalam tahapan ke 2.

Selain itu, lanjut dia, dalam Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029, dalam Lampiran IV, jalan Tol Lematang-Pelabuhan Panjang masuk sebagai infrastruktur yang direncanakan dibangun pada tahun 2025-2029.

“Bila semua berjalan sesuai dengan yang direncanakan, maka pada masa kepemimpinan Gubernur Mirza, jalan tol Lematang-Pelabuhan Panjang akan menjadi tol baru yang beroperasi di Provinsi Lampung,” terang Taufiq kepada Harian Pilar, Senin (11/8).

Berdasarkan hitungan teknis sesuai harga tahun 2024, jelas Taufik, biaya konstruksi yang dibutuhkan untuk Pembangunan Tol Lematang – Pelabuhan Panjang membutuhkan biaya sebesar Rp3,2 Triliun.

“Angka ini tentunya akan bertambah bila dihitung sesuai harga tahun 2025 karena mempertimbangkan factor inflasi. Dan kebutuhan biaya tersebut juga akan bertambah bila memperhitungkan biaya pengadaan lahan yang besarannya sesuai dengan trase yang dipilih,” bebernya.

“Tol Lematang-Pelabuhan Panjang direncanakan memiliki Panjang 11,74 Km dari Exit Tol Lematang sampai dengan Pelabuhan Panjang,” imbuhnya.

Tol Lematang Pelabuhan Panjang didorong untuk dilaksanakan pada periode pembangunan 2025-2029 dan telah tercantum dalam Perpres 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029.

Pembangunan Jalan Tol Lematang – Pelabuhan Panjang bakal membawa dampak terhadap Ekonomi Lampung antara. Dan yang paling menonjol antara lain: Peningkatan Konektivitas dan Efisiensi Logistik. Tol ini akan menghubungkan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera langsung ke Pelabuhan Panjang, mempercepat arus barang dan jasa. “Waktu tempuh yang lebih singkat dan biaya angkut yang lebih rendah akan meningkatkan efisiensi distribusi logistik, sehingga menarik lebih banyak investasi dan memperluas pasar produk lokal,” kata dia.

Kemudian, Penguatan Peran Pelabuhan Panjang sebagai Pusat Logistik. “Dengan akses tol yang mudah, Pelabuhan Panjang dapat berkembang menjadi hub logistik utama di Lampung dan wilayah Sumatera bagian selatan, memperkuat perdagangan ekspor-impor, serta membuka peluang pengembangan industri pendukung seperti pergudangan, industri pengolahan, dan transportasi,” ungkapnya.

Penciptaan Lapangan Kerja dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat. “Proyek tol dan aktivitas ekonomi pendukungnya akan membuka banyak lapangan kerja selama pembangunan dan setelahnya, baik di bidang konstruksi, jasa, perdagangan, maupun industri. Hal ini berpotensi mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” jelasnya.

Dan yang terkahir Pengembangan Wilayah dan Urbanisasi Terencana. “Tol dapat mendorong perkembangan kawasan industri dan permukiman baru di sepanjang trase, mempercepat pengembangan infrastruktur pendukung seperti perumahan, pusat layanan, dan fasilitas publik. Ini akan menjadikan Lampung sebagai kawasan strategis yang lebih modern dan berkembang,” pungkasnya. (*)