oleh

Presiden Minang Indah Group Dari Rumah Makan ke Sporter Sepakbola

Harianpilar.com, Bandarlampung – Junaedi, selama ini dikenal sebagai pemilik dari rumah makan Minang Indah yang kini telah memiliki 25 cabang kini merambah dunia kulit bundar. Junaedi menginisiasi pembentukan organisasi sporter club liga 1 Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Junaedi menceritakan sudah menggeluti usaha rumah makan sejak tahun 2009.”Minang Indah yang pertama di Natar Lampung Selatan, kita bangun bulan Maret 2009. Dan alhamdulillah sekarang sudah ada 25 cabang,” urainya saat berbincang santai di Studio Pilar TV Ent, baru-baru ini.

Junaedi mengatakan, tantang terbesar dalam usaha rumah makan adalah Sumber Daya Manusia (SDM) karena berkaitan dengan konsistensi menjaga resep makanan, pelayanan dan lain sebagainya.

“Karena karyawan kita ini cukup banyak. Data base terakhir ada 260 karyawan. Karena setiap outlet kita ada 8-10 karyawan. Mulai dari yang masak, bungkus, sampai manajernya,” jelasnya.

Pembinaan SDM menjadi kunci majunya Minang Indah Grup. Karena, jika SDM bagus maka usaha juga akan ikutan bagus.

“Dan saya selalu menekankan tiga hal kepada karyawan. Pertama soal rasa jangan sampai berubah. Kedua pelayanan harus maksimal. Dan ketiga harga harus masuk semua pasar dan terjangkau,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, RM Minang Indah Grup menerapkan sistem bagi hasil kepada para karyawan. “Jadi kalau mau hasil besar, makanya harus kerja keras, jadi SDM disni harus bagus dan  jujur . Ini yang menjadi kunci utama kita,” ungkapnya.

Wakil Bendahara APINDO Lampung ini menyampaikan, 25 cabang Minang Indah Grup tersebar di Bandarlampung, Natar, Pesawaran, dan Gading Rejo Pringsewu.

“Minang Indah Grup ini terdiri dari 17 cabang Minang Indah, satu Nasi Kapau Minang Indah, satu Dua Sahabat, satu Nasi Uduk, dan 6 Embun Pagi Raya. Dan kita ada di Natar tiga tempat, dua di Gedong Tataan, satu di Gading Rejo, dan sisanya di Bandarlampung,” kata dia.

Wakil Ketua Pengda TP Sriwijaya Provinsi Lampung ini juga menyampaikan berencana akan kembali membuka Bakso Minang Indah. “Ini dulu pernah kita buka, tapi sudah tutup. Dan rencana kita akan buka lagi, mohon doanya,” kata dia.

Meskipun memiliki banyak relasi, ia membagi pangsa pasar RM Minang Indah Grup lebih banyak ke pembeli umum. “Ya kita ada beberapa yang kerja sama dengan instansi, tapi itu tidak signifikan lah, paling 10 persen dari pendapatan kita. Jadi pendapatan kita itu lebih banyak ke pembeli umum,” jelasnya.

Belakangan, Junaedi memiliki kesibukan baru. Bersama beberapa pencita sepakbola, membetuk wadah bersama sporter Bhayangkara Presisi Lampung FC yang diberi nama Sikambara. “Ini sebagai bentuk kecintaan kita pada sepakbola Lampung, dan sebagai bentuk dukungan kita pada usaha Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang telah mendatangkan Bhayangkara FC untuk bermarkas di Lampung,” ungkapnya.

Sikambara saat ini telah miliki mamber hingga ratusan orang dari berbagai kalangan.”Dengan adanya wadah bersama ini, kita ingin penonton bola kita bisa tertib, beli tiket saat nonton, dan tidak rusuh. Karena kalau rusuh kita semua yang rugi,” ungkapnya.

Sikambara juga mulai menyiapkan beberapa kegiatan, salah satunya menggelar turnamen sepakbola.”Mudah-mudahan dalam waktu dekat turnamennya kita laksanakan. Saya mengajak masyarakat pencita bola untuk bergabung dan menjadi pendukung Bhayangkara Presisi Lampung FC yang bijak dan tertib,” pungkasnya.(*)