oleh

DPRD Dukung Program Pendidikan Vokasi Mirza

Harianpilar.com, Bandarlampung – Komisi V DPRD Provinsi Lampung mendukung dan mensupport penuh arah kebijakan pendidikan vokasi yang digaungkan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Arah kebijakan itu dinilai sangat penting dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan sangat relevan dengan kebutuhan industri.

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Elly Wahyuni, mengatakan, program dan arah kebijakan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal terkait pendidikan vokasi sesuai kebutuhan daerah saat ini, “Kami sangat mengapresiasi program Pak Gubernur. Karena ini memang tujuannya agar membentuk generasi dengan SDM yang  berkualitas,” ujarnya saat Dialog di Pilar TV Ent, Senin (2/6).

Namun, Elly Wahyunk memberi catatan yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan program pendidikan vokais ini. Salah satunya terkait kurikulum.

Dalam hal pendidikan vokais ini, kata dia, sekolah harus membuat kurikulum yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dunia usaha saat. “Sebagai contoh, saya pernah mengunjungi salah satu sekolah, sekolah itu membuat kurikulum yang sesuai yang diinginkan dunia usaha, dan ketika siswanya lulus, berkat kurikulum yang mereka buat, siswanya sudah sangat siap terjun ke dunia usaha,” bebernya.

Selain kurikulum, lanjut dia, salah satu hal perlu diperhatikan adalah terkait anggaran. Dikatakannya, pendidikan vokasi seperti di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu pendidikan yang membuat siswa siap untuk terjun ke dunia usaha atau pekerja, namun anggarannya masih cukup minim.

“Makanya disini kami Komisi V DPRD Provinsi Lampung akan mensupport apa yang menjadi cita-cita Pak Gubernur dari sisi Anggaran. Karena ini salah satu program yang sangat bagus dari Pak Gubernur,” jelasnya.

Senada juga disampaikan koleganya di Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Syukron Muchtar. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai pendidikan vokasi ini memberi solusi baik bagi masyarakat.

“Karena pendidikan vokasi ini berbeda dengan pendidikan biasa. Dimana pendidikan vokasi 60 persennya praktek dan 40 persennya adalah teori. Beda dengan pendidikan biasa yang 60 persennya teori, 40 persennya baru praktek,” jelasnya.

Kendati demikian, Ia menekankan dalam pendidikan vokasi serta skill ini juga perlu disiapkan juga pendidikan terkait adab dan etika. “Jadi nggak cuma skill, tapi adab dan etika ini juga perlu. Untuk bagaimana cara menghadapi orang yang lebih tua atau nanti ketika mau menghadap pimpinan atau atasannya. Jangan sampai skill sudah bagus, tapi adab dan etikanya kurang,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Khusus (Pendidikan Khusus) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Dra. Suslina Sari, MM. mengakui memang program pendidikan vokasi yang digaungkan oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal ini sesuai dengan cita-cita pendidikan saat ini.

Yakni, memperkuat SDM yang produktif dengan misi mewujudkan generasi cerdas, unggul, dan bertaqwa. “Jadi pendidikan vokasi Pak Gubernur ini mengutamakan keterampilan dan mengacu ke dunia usaha dan industri. Dengan harapan, siswa lulusan SMK ini nanti siap terjun ke dunia usaha atau industri,” jelasnya.

Terkait anggaran, dirinya mengapresiasi hubungan baik dengan Komisi V DPRD Provinsi Lampung selaku mitra Disdikbud yang selalu mensupport dari sisi Anggaran.

“Dan terkait kurikulum, kita selalu berupaya agar kurikulum kita disesuaikan dengan kebutuhan duni usaha saat ini. Dan didalamnya juga kita mengajarkan terkait adab dan etika kepada para siswa,” pungkasnya. (*)