oleh

Direktur Pol PP dan Linmas Kemendagri Sosialisasi SIM LINMAS di Metro

Harianpilar.com, Metro – Direktur Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat pada Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Bernhard Eduard Rondonuwu, S.Sos., M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Kota Metro.

Kunjungan tersebut dalam rangka sosialisasi dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Perlindungan Masyarakat (SIM LINMAS).

Dalam kunjungannya, ia sekaligus menjadi pembina apel pagi di halaman kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Metro yang disambut oleh Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso diwakili oleh Asisten Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Kesra, M. Supriyadi, pada Rabu (21/5/2025).

Aplikasi ini merupakan inovasi Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri untuk mendukung penyelenggaraan tugas perlindungan masyarakat (Linmas) secara digital dan terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Dr. Bernhard menyampaikan bahwa di tengah perkembangan masyarakat yang dinamis, ekspektasi publik terhadap kualitas pelayanan pemerintah daerah semakin tinggi.

“Oleh karena itu, Satpol PP sebagai salah satu ujung tombak pemerintah daerah harus terus meningkatkan profesionalisme dan efektivitas dalam menjalankan tugas,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa Satpol PP memiliki tiga kewenangan utama yang strategis, yakni penegakan peraturan daerah (Perda), menjaga ketentraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat bersama unsur Linmas.

Menurutnya, penegakan Perda harus didukung dengan kesadaran penuh akan tanggung jawab moral dan hukum. Ia menyoroti bahwa pelaksanaan tugas ini masih menghadapi berbagai tantangan di berbagai daerah di Indonesia sehingga sinergi antar instansi dan peningkatan kapasitas personel menjadi sangat penting.

“Penegakan Perda harus dilakukan dengan kesadaran penuh akan tanggung jawab moral dan hukum,karena saya melihat pelaksanaan tugas ini masih menghadapi berbagai tantangan di banyak daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Bernhard menekankan bahwa Satpol PP sejajar dengan kepolisian dalam menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Keberadaan mereka harus dirasakan di tengah masyarakat sebagai pelindung, bukan hanya penegak aturan. Hal ini, katanya, menjadi bagian dari upaya membangun citra positif di mata publik.

Ia juga mengingatkan agar Satpol PP tidak terpaku pada pola kerja konvensional yang bersifat rutin dan kaku. Inovasi dan adaptasi terhadap perubahan sosial harus menjadi bagian dari strategi kerja Satpol PP.

“Jangan hanya terjebak dalam rutinitas, tapi buka mata dan pikiran bahwa tugas Anda sangat luar biasa,” ujarnya. (Rls)