Harianpilar.com, Metro – Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengapresiasi Universitas Muhammadiyah (UM) Metro atas perannya dalam mendukung pembangunan daerah, dan berharap terjalin sinergi yang kuat antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kota Metro dalam mewujudkan visi “Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya Religius”.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso pada saat Universitas Muhammadiyah Metro menggelar acara halal bihalal, Minggu (13/04/2025).
Universitas Muhammadiyah Metro menggelar kegiatan Halal Bihalal yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, dihadiri oleh civitas akademika, pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah, serta sejumlah tokoh pemerintahan, termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro.
Wali Kota Metro menyoroti makna Halal Bihalal sebagai budaya hasanah khas Indonesia. Ia menegaskan bahwa halal bihalal tidak hanya menjadi simbol kebersamaan pasca-Ramadhan, melainkan juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan mempererat hubungan sosial antar sesama.
“Halal bihalal ini bukan semata kegiatan formal. Ini budaya khas bangsa kita, yang mendorong kita untuk saling memaafkan dengan penuh keikhlasan. Ada kekuatan batin yang mendorong seseorang untuk berani meminta maaf dan memaafkan tanpa gengsi, terutama di bulan Syawal,” ungkap Wali Kota dalam sambutannya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Metro Nyoto Suseno dalam sambutannya menekankan bahwa Halal Bihalal merupakan agenda rutin yang harus terus dilestarikan sebagai media silaturahmi dan rekonsiliasi antar elemen kampus.
“Kami sangat bersyukur dan bahagia atas kehadiran semua pihak. Ini bukan sekadar ajang temu kangen, tapi juga refleksi bersama dan penguatan sinergi ke depan,” ujar Rektor.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengungkapkan sejumlah pencapaian penting, salah satunya adalah terwujudnya Fakultas Kedokteran, sebuah cita-cita lama yang akhirnya terealisasi setelah 24 tahun dirintis.
Tak hanya itu, universitas juga tengah menyiapkan program vokasi berbasis dunia kerja, sebagai respons atas tantangan pendidikan tinggi agar lebih berdampak pada masyarakat.
“Kami akan meluncurkan tiga program studi vokasi yang dirancang agar mahasiswa lebih banyak belajar di lapangan. Kuliah bukan lagi sekadar di kelas, tetapi langsung pada praktik dan pemecahan masalah nyata,” jelasnya.
Dengan usia yang telah mencapai 57 tahun, Universitas Muhammadiyah Metro terus menunjukkan komitmennya untuk berperan aktif dalam pembangunan pendidikan dan sosial di Kota Metro dan Provinsi Lampung. (Rls)









